|
520
|
#
|
#
|
$a Beras merupakan makanan pokok bagi hampir seluruh rakyat Indonesia sehingga
ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada kecukupan beras. Sejalan
dengan pertambahan jumlah penduduk, kebutuhan beras dalam periode 2005–2025
diproyeksikan akan terus meningkat. Kalau pada tahun 2005 kebutuhan beras setara
52,8 juta ton gabah kering giling (GKG) maka pada tahun 2025 kebutuhan tersebut
diproyeksikan meningkat menjadi 65,9 juta ton GKG. Pengadaan beras dengan
cara impor mengakibatkan ketergantungan pangan pada negara lain sehingga
akan melemahkan kondisi ekonomi dan politik nasional. Oleh karena itu, mencapai
swasembada beras dengan memproduksi padi di dalam negeri sudah menjadi
keharusan.
Pemerintah berkeinginan mempertahankan swasembada beras secara berke-
lanjutan. Untuk mencapai sasaran tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan
Pertanian (Balitbangtan) telah dan akan terus menghasilkan varietas unggul padi
hibrida dan padi tipe baru. Varietas-varietas unggul yang berdaya hasil tinggi ini
diharapkan dapat diaktualisasikan potensinya melalui pengembangan teknologi
budi daya dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman dan Sumber Daya Terpadu
(PTT).
Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya strategis, antara lain
melalui perbaikan irigasi, distribusi benih berbagai varietas unggul, distribusi pupuk,
dan pengadaan alat mesin pertanian. Program peningkatan produksi beras juga
didukung oleh inovasi teknologi pertanian serta kegiatan pendampingan penerapan
inovasi teknologi pertanian seperti Upsus (upaya khusus) yang sedang dilakukan
secara nasional.
Perubahan iklim global yang kerap terjadi belakangan ini menyebabkan
berbagai cekaman lingkungan yang dapat mengganggu stabilitas produksi padi
nasional, seperti kekeringan, rendaman, salinitas, kenaikan temperatur udara, dan
perkembangan hama dan penyakit. Untuk itu, berbagai terobosan inovasi teknologi
padi sangat diperlukan. Salah satunya dukungan bioteknologi dalam perakitan
varietas padi adaptif perubahan iklim serta dukungan industri benih padi nasional.
Selain itu, diperlukan juga manajemen yang berkelanjutan dalam budi daya dan
produksi padi.
Kementerian Pertanian akan terus mengembangkan teknologi padi dan
menerapkannya di berbagai lahan pertanian. Semoga upaya ini bisa membantu
petani keluar dari berbagai masalah yang dihadapi sekaligus meningkatkan
pendapatan mereka
|