<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<modsCollection xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-5.xsd">
  <mods version="3.5">
    <titleInfo>
      <title>Budi Daya Cabai di Lahan Pertanian &amp; Perkotaan</title>
    </titleInfo>
    <typeOfResource>text</typeOfResource>
    <originInfo>
      <place>
        <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
      </place>
      <publisher>IAARD Press</publisher>
      <dateIssued>2017</dateIssued>
      <issuance/>
    </originInfo>
    <language>
      <languageTerm authority="iso639-2b" type="code">ind</languageTerm>
    </language>
    <physicalDescription>
      <form authority="marccategory">text</form>
      <form authority="marcsmd">regular print</form>
      <extent>viii, 108 p. : ill. ; 17.5 x 25 cm</extent>
    </physicalDescription>
    <note>Subsektor hortikultura masih menempati posisi strategis dalam&#13;
pembangunan pertanian, untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi&#13;
melalui implementasi teknologi inovatif dalam sistem budi daya maupun&#13;
peningkatan nilai tambah ekonomi. Cabai merupakan salah satu komoditas&#13;
hortikultura yang menjanjikan jika dalam pengelolaannya diatur dengan&#13;
baik.&#13;
Untuk menghadapi berbagai kendala dalam usaha tani cabai,&#13;
dikembangkan berbagai teknologi, mulai dari varietas sampai teknologi&#13;
panen dan pascapanen. Berbagai varietas unggul cabai mulai dari cabai&#13;
rawit, cabai besar sampai cabai keriting telah tersedia dengan karakteristik&#13;
unggulnya masing-masing agar menghasilkan produksi yang tinggi dan&#13;
dapat bertahan sekalipun dalam kondisi yang ekstrem. Selanjutnya,&#13;
dilakukan pula perbaikan dalam sistem budi daya untuk cabai yang ditanam&#13;
di lahan pertanian maupun lahan perkotaan. Hal ini terkait dengan adanya&#13;
alih fungsi lahan pertanian yang berdampak pada produksi cabai. Oleh&#13;
karena itu, pemanfaatan lahan di perkotaan untuk ditanami cabai merupakan&#13;
pertimbangan yang bijak.&#13;
Dalam pertumbuhannya, cabai tak luput dari ancaman/gangguan,&#13;
salah satunya serangan hama dan penyakit. Hama dan penyakit ini dapat&#13;
menyerang tanaman cabai pada setiap fase pertumbuhan sampai panen&#13;
dengan tingkat kerusakan yang berbeda. Pengendalian hama dan penyakit&#13;
perlu dilakukan agar produksi cabai yang diharapkan dapat tercapai. Upaya&#13;
pengendalian yang dilakukan haruslah bijak disesuaikan dengan intensitas&#13;
dan tingkat serangan serta berpedoman pada pengendalian hama dan&#13;
penyakit secara terpadu.&#13;
Setelah sekian lama di pertanaman, tanaman cabai memasuki masa&#13;
panen. Meskipun panen merupakan pekerjaan akhir dari budi daya tanaman&#13;
cabai, banyak faktor yang harus diperhatikan, seperti waktu panen, cara&#13;
panen, dan teknik panen. Penanganan panen dan pascapanen harus&#13;
dikelola dengan baik agar hasil pertanian siap dan aman dikonsumsi, baik&#13;
dalam bentuk segar ataupun untuk diolah lebih lanjut. Mengingat cabai&#13;
merupakan komoditas yang cukup menjanjikan maka pada kegiatan akhir&#13;
dari sistem produksi cabai, yaitu pemasaran, memerlukan perhatian khusus&#13;
agar produk cabai tetap dalam kondisi yang prima pada saat sampai ke&#13;
tangan konsumen</note>
    <subject>
      <topic>Cabai</topic>
    </subject>
    <subject>
      <topic>Budidaya</topic>
    </subject>
    <subject>
      <topic>Pascapanen</topic>
    </subject>
    <classification authority="ddc">635.64</classification>
    <classification authority="">635.64 PUS b</classification>
    <identifier type="isbn">978-602-344-173-0</identifier>
    <recordInfo>
      <recordCreationDate encoding="marc">260811</recordCreationDate>
      <recordChangeDate encoding="iso8601">20260811011819</recordChangeDate>
      <recordIdentifier>INLIS000000000011950</recordIdentifier>
      <recordOrigin>Converted from MARCXML to MODS version 3.5 using MARC21slim2MODS3-5.xsl
				(Revision 1.106 2014/12/19)</recordOrigin>
    </recordInfo>
  </mods>
</modsCollection>
