<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000011950</controlfield>
  <controlfield tag="005">20260811011819</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0826000012</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">260811                g          0 ind  </controlfield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-602-344-173-0</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">635.64</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">635.64 PUS b</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Budi Daya Cabai di Lahan Pertanian &amp; Perkotaan</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
   <subfield code="b">IAARD Press,</subfield>
   <subfield code="c">2017</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">viii, 108 p. :</subfield>
   <subfield code="b">ill. ;</subfield>
   <subfield code="c">17.5 x 25 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Cabai</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Budidaya</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Pascapanen</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">https://repository.pertanian.go.id/items/d8ee40c1-1f6d-43f6-ad49-2e765e8c3bc1/full</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Subsektor hortikultura masih menempati posisi strategis dalam&#13;
pembangunan pertanian, untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi&#13;
melalui implementasi teknologi inovatif dalam sistem budi daya maupun&#13;
peningkatan nilai tambah ekonomi. Cabai merupakan salah satu komoditas&#13;
hortikultura yang menjanjikan jika dalam pengelolaannya diatur dengan&#13;
baik.&#13;
Untuk menghadapi berbagai kendala dalam usaha tani cabai,&#13;
dikembangkan berbagai teknologi, mulai dari varietas sampai teknologi&#13;
panen dan pascapanen. Berbagai varietas unggul cabai mulai dari cabai&#13;
rawit, cabai besar sampai cabai keriting telah tersedia dengan karakteristik&#13;
unggulnya masing-masing agar menghasilkan produksi yang tinggi dan&#13;
dapat bertahan sekalipun dalam kondisi yang ekstrem. Selanjutnya,&#13;
dilakukan pula perbaikan dalam sistem budi daya untuk cabai yang ditanam&#13;
di lahan pertanian maupun lahan perkotaan. Hal ini terkait dengan adanya&#13;
alih fungsi lahan pertanian yang berdampak pada produksi cabai. Oleh&#13;
karena itu, pemanfaatan lahan di perkotaan untuk ditanami cabai merupakan&#13;
pertimbangan yang bijak.&#13;
Dalam pertumbuhannya, cabai tak luput dari ancaman/gangguan,&#13;
salah satunya serangan hama dan penyakit. Hama dan penyakit ini dapat&#13;
menyerang tanaman cabai pada setiap fase pertumbuhan sampai panen&#13;
dengan tingkat kerusakan yang berbeda. Pengendalian hama dan penyakit&#13;
perlu dilakukan agar produksi cabai yang diharapkan dapat tercapai. Upaya&#13;
pengendalian yang dilakukan haruslah bijak disesuaikan dengan intensitas&#13;
dan tingkat serangan serta berpedoman pada pengendalian hama dan&#13;
penyakit secara terpadu.&#13;
Setelah sekian lama di pertanaman, tanaman cabai memasuki masa&#13;
panen. Meskipun panen merupakan pekerjaan akhir dari budi daya tanaman&#13;
cabai, banyak faktor yang harus diperhatikan, seperti waktu panen, cara&#13;
panen, dan teknik panen. Penanganan panen dan pascapanen harus&#13;
dikelola dengan baik agar hasil pertanian siap dan aman dikonsumsi, baik&#13;
dalam bentuk segar ataupun untuk diolah lebih lanjut. Mengingat cabai&#13;
merupakan komoditas yang cukup menjanjikan maka pada kegiatan akhir&#13;
dari sistem produksi cabai, yaitu pemasaran, memerlukan perhatian khusus&#13;
agar produk cabai tetap dalam kondisi yang prima pada saat sampai ke&#13;
tangan konsumen</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">3582/PSEKP/2026</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
