02532 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001100122084001700133245004300150260003400193300004100227650001100268650001300279650001500292520181800307856008702125100005802212990002002270INLIS00000000001194920260811011244 a0010-0826000011ta260811 g 0 ind  a978-602-344-182-2 a633.15 a633.15 PUS i1 aInovasi Budi Daya & Pasca Panen Jagung aJakarta :bIAARD Press,c2017 aviii, 108 p. :bill. ;c17.5 x 25 cm 4aJagung 4aBudidaya 4aPascapanen aStrategisnya posisi jagung dalam rantai pangan di Indonesia hingga saat ini menuntut pemerintah untuk mengeluarkan sejumlah kebijakan. Salah satu kebijakan untuk mencapai swasembada jagung yaitu dengan menghentikan impor jagung sepenuhnya pada tahun 2017. Hal ini didasari atas kerja nyata Kementerian Pertanian dalam kurun dua tahun ke belakang, yaitu mampu memenuhi 97% dari produksi jagung nasional yang ditargetkan. Dari sisi strategi kebijakan, pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian telah memiliki berbagai strategi untuk mencapai swasembada jagung, yaitu ekstensifikasi melalui perluasan lahan maupun intensifikasi dengan menggunakan bibit hibrida serta memberikan kemudahan akses bagi petani terhadap modal finansial dan alat produksi. Meskipun telah memiliki berbagai program dan strategi, masih ada beberapa masalah yang dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan jagung di pasar domestik, yaitu produksi meningkat, tetapi harga di pasar masih tinggi. Permasalahan lain adalah pengolahan pascapanen. Jagung agar dapat disimpan untuk beberapa waktu dan terjaga kualitasnya, perlu dikeringkan hingga kadar air mencapai 15%. Namun, kapasitas mesin pengering yang ada masih kurang untuk melayani saat panen raya. Berbagai permasalahan yang terjadi pada jagung lokal memang menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi semua pemangku kepentingan di sektor jagung. Peningkatan kualitas dan kuantitas jagung lokal adalah kunci utama dalam kebijakan jagung nasional. Pembukaan perkebunan jagung secara masif yang terkendali serta mekanisasi pertanian jagung merupakan alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional. Dengan demikian, pemerintah dapat menilai apakah Indonesia harus terus melakukan impor jagung atau benar-benar berswasembada jagung untuk pangan dan pakan. ahttps://repository.pertanian.go.id/items/8f03fdb2-2579-4adf-993e-c35c29c30aa0/full aPusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian a3581/PSEKP/2026