<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000011948</controlfield>
  <controlfield tag="005">20260811125959</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0826000010</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">260811                g          0 ind  </controlfield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-602-344-172-3</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">633.18</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">633.18 PUS i</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Inovasi budi daya padi</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
   <subfield code="b">IAARD Press,</subfield>
   <subfield code="c">2017</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">viii, 108 p. :</subfield>
   <subfield code="b">ill. ;</subfield>
   <subfield code="c">17.5 x 25 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Padi</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Budidaya</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Pascapanen</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="110" ind1="2" ind2=" ">
   <subfield code="a">Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Beras merupakan makanan pokok bagi hampir seluruh rakyat Indonesia sehingga&#13;
ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada kecukupan beras. Sejalan&#13;
dengan pertambahan jumlah penduduk, kebutuhan beras dalam periode 2005–2025&#13;
diproyeksikan akan terus meningkat. Kalau pada tahun 2005 kebutuhan beras setara&#13;
52,8 juta ton gabah kering giling (GKG) maka pada tahun 2025 kebutuhan tersebut&#13;
diproyeksikan meningkat menjadi 65,9 juta ton GKG. Pengadaan beras dengan&#13;
cara impor mengakibatkan ketergantungan pangan pada negara lain sehingga&#13;
akan melemahkan kondisi ekonomi dan politik nasional. Oleh karena itu, mencapai&#13;
swasembada beras dengan memproduksi padi di dalam negeri sudah menjadi&#13;
keharusan.&#13;
Pemerintah berkeinginan mempertahankan swasembada beras secara berke-&#13;
lanjutan. Untuk mencapai sasaran tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan&#13;
Pertanian (Balitbangtan) telah dan akan terus menghasilkan varietas unggul padi&#13;
hibrida dan padi tipe baru. Varietas-varietas unggul yang berdaya hasil tinggi ini&#13;
diharapkan dapat diaktualisasikan potensinya melalui pengembangan teknologi&#13;
budi daya dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman dan Sumber Daya Terpadu&#13;
(PTT).&#13;
Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya strategis, antara lain&#13;
melalui perbaikan irigasi, distribusi benih berbagai varietas unggul, distribusi pupuk,&#13;
dan pengadaan alat mesin pertanian. Program peningkatan produksi beras juga&#13;
didukung oleh inovasi teknologi pertanian serta kegiatan pendampingan penerapan&#13;
inovasi teknologi pertanian seperti Upsus (upaya khusus) yang sedang dilakukan&#13;
secara nasional.&#13;
Perubahan iklim global yang kerap terjadi belakangan ini menyebabkan&#13;
berbagai cekaman lingkungan yang dapat mengganggu stabilitas produksi padi&#13;
nasional, seperti kekeringan, rendaman, salinitas, kenaikan temperatur udara, dan&#13;
perkembangan hama dan penyakit. Untuk itu, berbagai terobosan inovasi teknologi&#13;
padi sangat diperlukan. Salah satunya dukungan bioteknologi dalam perakitan&#13;
varietas padi adaptif perubahan iklim serta dukungan industri benih padi nasional.&#13;
Selain itu, diperlukan juga manajemen yang berkelanjutan dalam budi daya dan&#13;
produksi padi.&#13;
Kementerian Pertanian akan terus mengembangkan teknologi padi dan&#13;
menerapkannya di berbagai lahan pertanian. Semoga upaya ini bisa membantu&#13;
petani keluar dari berbagai masalah yang dihadapi sekaligus meningkatkan&#13;
pendapatan mereka</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">https://repository.pertanian.go.id/items/24e15ba9-bf0d-4bd7-b901-025ec489cf29/full</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">3580/PSEKP/2026</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
