01501 2200289 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001100122084001700133100003200150245005400182300003300236650001500269650002200284650001900306700003300325700003000358520067600388264005001064336002101114337003001135338002601165990002001191INLIS00000000001165320260512011615 a0010-0526000027ta260512 g 0 ind  a978-602-386-988-6 a631.61 a631.61 CAH t0 aCahyana, DestikaePengarang1 aTrivia Rawa :bSerba-Serbi Sumber Daya Lahan Rawa axvii, 162p. :bill. ;c23 cm 4aLahan Rawa 4aPengelolaan Lahan 4aLahan Marjinal1 aSarwani, MuhrizalePengarang1 aNoor, MuhammadePengarang aAwalnya, lahan rawa hanya dipandang sebelah mata. Rawa dianggap tak bermanfaat dan sulit dikembangkan sehingga dibiarkan terlantar menjadi sarang satwa liar seperti buaya, ular, dan lintah. Dahulu, rawa banyak dihindari karena menjadi sarang nyamuk dan hama atau serangga pengganggu tanaman. Padahal, masyarakat ilmiah internasional begitu menghargai rawa. Bagi mereka rawa adalah sebuah karunia di alam semesta. Rawa bagaikan 'supermarket alam' dalam sebuah ekosistem. Dari rawa dihasilkan beraneka ragam produk mulai dari bahan pangan, sayuran, buah-buahan, daging, ikan, sampai obat herbal bahkan pestisida nabati. Juga bahan sandang dan papan dari beragam jenis pohon aSleman :bGadjah Mada University Press,c2021 2rdacontentaTeks 2rdamediaaTanpa Perantara 2rdacarrieraEksemplar a3040/PSEKP/2026