02002 2200301 4500001002100000005001500021007000300036008003900039020002200078035002000100082001600120084002200136100003800158245005900196264004500255300003200300336002100332337002300353338003800376520110300414650004201517650003101559650002101590650002601611650002401637856002301661990001601684INLIS00000000001076020221101042443ta221101 | | |  a978-623-99454-6-6 a0010-1122000002 a338.439.542 a338.439.542 BAD i1 aBadan Ketahanan PanganePengarang1 aIndeks Ketahanan Pangan 2021 /cBadan Ketahanan Pangan aJakarta :bBadan Ketahanan Pangan,c2021 aiv, 43p. :bill. ;c1,94 MB 2rdacontentaTeks 2rdamediaaKomputer 2rdacarrieraSumber sambung jaring aPangan selalu menjadi isu strategis dalam pembangunan baik di tingkat global maupun nasional, karena pemenuhan pangan merupakan hak setiap warga negara yang harus dijamin kuantitas dan kualitasnya, aman dan bergizi. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi mempengaruhi sistem pangan dan ketahanan pangan nasional. Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan sebagai upaya untuk menyediakan pangan bagi 270,2 juta penduduk Indonesia, sehingga menjadi sumber daya manusia yang sehat, aktif dan produktif, serta berdaya saing sesuai amanat UU Nomor 18 Tahun 2012. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya pencapaian tujuan kedua dalam Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SGDs) yaitu menghilangkan kelaparan (zero hunger) pada tahun 2030. Penanganan permasalahan kerentanan pangan tidak hanya menjadi domain dari Kementerian Pertanian tetapi juga membutuhkan peran aktif dari kementerian/lembaga lintas sektor di tingkat pusat dan daerah. Terlebih tantangan ketahanan pangan semakin besar dengan adanya isu-isu pangan global dan perubahan iklim. 4aFood Security and Vulnerability Atlas 4aGlobal Food Security Index 4aKetahanan Pangan 4aKeterjangkauan Pangan 4aKetersediaan Pangan aPerpustakaan PSEKP a256/EB/2022