02006 2200265 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059082001500100084002200115100003800137245007400175300003200249650001400281650002000295520121700315264004501532336004301577337002301620338003801643856002301681990001601704990002001720INLIS00000000001056020220705091342 a0010-0722000021ta220705 g 0 ind  a338.439.63 a338.439.63 BAD d1 aBadan Ketahanan PanganePengarang1 aDirektori Perkembangan Konsumsi Pangan 2018 /cBadan Ketahanan Pangan aviii, 486p. :bill. ;c4 MB 4aDirektori 4aKonsumsi Pangan aPenyelenggaraan pangan dilaksanakan untuk memenuhi konsumsi pangan sebagai kebutuhan dasar manusia. Oleh karenanya, data tentang konsumsi pangan merupakan salah satu informasi dasar dalam merumuskan kebijakan pangan, baik dari sisi penawaran, permintaan termasuk kebijakan distribusi pangan. Berkenaan dengan data dan informasi tersebut, Badan Ketahanan Pangan menerbitkan data/informasi dalam bentuk “Direktori Perkembangan Konsumsi Pangan seri 18 Tahun 2018”. Data/informasi yang disajikan bersumber dari data hasil Susenas-BPS yang mencakup konsumsi pangan nasional dan 34 provinsi untuk wilayah perkotaan, perdesaan, serta perkotaan dan perdesaan, pada periode 2013-2017. Selain itu, juga disajikan hasil analisis terhadap kualitas konsumsi pangan penduduk yang diukur dengan parameter skor Pola Pangan Harapan (PPH), yang merupakan salah satu indikator kinerja pembangunan ketahanan pangan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 - 2019. Data konsumsi Susenas yang digunakan merupakan konsumsi rata-rata per kapita seminggu yang diolah melalui konversi satuan dan berat. Dalam penghitungan skor PPH dilakukan justifikasi terhadap data Susenas guna menjaga konsistensi metodologi. aJakarta :bBadan Ketahanan Pangan,c2018 2rdacontentaCitra bergerak dua dimensi 2rdamediaaKomputer 2rdacarrieraSumber sambung jaring aPerpustakaan PSEKP a023/EB/2019 a1357/PSEKP/2024