01577 2200229 4500001002100000005001500021035002000036008004100056020001800097041000700115082001000122090001700132100002000149245008300169260003800252300003700290084001600327250001000343650001100353500095900364990002401323INLIS00000000000218620240613104334 a0010-0722002186240613 | | ind  a979-489-806-6 aid a633.8 a633.81 Sat m0 aSATUHU, Suyanti1 aMelati :bPenanganan Segar dan Pembuatan Minyak Bunga Melati /cSuyanti Satuhu aJakarta :bPenebar Swadaya,c2004 aviii., 80 hlm. :bilus. ;c22 cm a633.8 Sat m aCet.1 4aMelati aTanaman melati banyak ditanam di daerah tropis maupun subtropis. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, bunga melati sudah dikenal sejak dulu. Bunganya yang berwarna putih dan harum ini banyak digunakan dalam upacara adat, mulai dari upacara tujuh bulan, perkawinan, sampai kematian. Selain itu, bunga melati dimanfaatkan sebagai pengharum, bungai rangkai, hiasan sanggul, bunga tabur, pengharum teh, dan minyak asiri. Bunga melati telah dikenal masyarakat memiliki aroma harum dan berwarna putih. Bentuk tanaman ini ada yang merambat dan ada yang tegak membentuk semak. Jika umur tanaman lebih dari satu tahun, batang berwarna hijau muda higga cokelat. Bentuk, ukuran, dan warna daun berbeda pada masing-masing kultivar atau spesies seperti Jasminum sambac menur berbeda dengan Jasminum sambac emprit atau Jasminum sambac kebo. Pada umumya, bunga melati berwarna putih, tetapi ada juga yang berwarna merah jambu (J. Besianum) dan putih (J. Officinale). ac.1(2190/APP/ha/04)