02177 2200217 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059082001500098084002100113100002400134245017600158250001500334260005500349300003500404650003800439650002300477520143500500990002401935INLIS00000000000715920251008081516 a0010-1025000079ta251008 | | |  aR 616. 959 aR 616. 959 ROS r1 aRosid, Zamzam Abdul1 aRespons Peternak Terhadap Jamu Herbal Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Cacingan Pada Ternak Domba di Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali /cZamzam Abdul Rosid aProdi PPKH aMagelang :bPolbangtan Yogyakarta Magelang,,c2025 a109 hlm :billustrasi ;c30 cm 4aPenyakit Yang disebabkan binatang 4aPeternakan Kambing aPenelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 April hingga 08 Juni 2025 di Desa Musuk, Kecamatan Musuk. Studi ini bertujuan untuk mengkaji Respons anggota kelompok tani ternak Rukun Makmur terkait pembuatan jamu herbal ternak sebagai upaya pencegahan penyakit cacingan. penelitian ini mengevaluasi efektivitas penyuluhan, serta menganalisis pengaruh karakteristik variabel terhadap respons anggota kelompok tani ternak Rukun Makmur dalam konteks pembuatan jamu herbal ternak sebagai upaya pencegahan penyakit cacingan. Teknik pengambilan sampel melibatkan 30 responden melalui metode purposive sampling. Desain penelitian mencakup One-Shot Case Study untuk mengukur respons dan mengukur aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons anggota kelompok tani ternak Rukun Makmur berada dalam kategori Sangat Tinggi (1.721). Secara simultan, terdapat pengaruh signifikan antara karakteristik responden (umur, tingkat pendidikan, dan jumlah kepemilikan ternak) terhadap respons. Secara Parsial pada tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap respons. Namun, variabel umur dan jumlah kepemilikan ternak secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap persepsi. Efektivitas penyuluhan mencapai 95,61% (kategori sangat efektif). a1237/YoMa/TA/H/2025