01612 2200217 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100100001900122245020600141250001000347260004200357300003100399082001100430084001700441650001300458500088700471990003601358INLIS00000000000695520260102022214 a0010-0925000083ta260102 g 0 ind  a978-623-244-031-61 aIndra P., Dewi1 aKekuatan Obsesi : Jurus ampuh memanfaatkan obsesi sebagai bahan bakar mencari kesuksesan tertinggi :bJurus ampuh memanfaatkan obsesi sebagai bahan bakar mencapai kesuksesan tertinggi /cDewi Indra P., acet.1 aYogyakarta :bPsikologi Corner,c2019 a417 hlm. :bilus. ;c21 cm a155.25 a155.25 Ind k 4aMotivasi aKata “Obsesi” sering kali mendapat konotasi buruk atau diasosiasikan dengan gangguan mental. Pada banyak kasus, orang yang “terobsesi” sering dikatakan tidak sehat. Itu tidak salah. Kebanyakan obsesi selalu berakhir buruk jika si empunya tidak bisa mengendalikannya. Obsesi hanyalah nama lain untuk daya tarik, tidak ada yang lain. Obsesi yang baik akan menjadi daya dorong, motivasi, dan bahan bakar bagi kehidupan. Yang menjadi persoalannnya adalah, obsesi yang seperti apa yang kita butuhkan?Dan bagaimana caranya mengolah obsesi itu untuk mencapai hal-hal yang kata orang tidak mungkin?. Memiliki obsesi adalah cara paling ampuh untuk memotivasi agar mengalami perbaikan dalam hidup. Jadi, siapkah memelihara “obsesi”?, segera temukan obsesi dan: (1) berhentilah jadi rang biasa; (2) sirami, pupuk, dan besarkan obsesi baik; (3) raih apapun yang menjadi obsesi baik. ac.1/173/Polbangtan Yoma/ha/2025