Cite This        Tampung        Export Record
Judul Nutrisi Ruminansia : Kepentingan Energi dan Protein / Kustantinah I.S Adiwimarta ; editor, Dila
Pengarang Kustantinah I.S Adiwimarta (Pengarang)
Dila (Pengarang)
EDISI Cetakan pertama, Februari 2021
Penerbitan Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 2021
Deskripsi Fisik xiv, 186 halaman. :ilustrasi ;23 cm.
Konten teks
Media tanpa perantara
Penyimpan Media volume
ISBN 978-602-386-956-5
Subjek pakan ternak
nutrisi ternak
Abstrak Pada industri peternakan, pakan mempunyai kontribusi sebesar 70% dari total biaya produksi sehingga mempelajari ketersediaan nutrien dan memperbaiki efisiensi konversi pakan merupakan hal sangat penting. Pada ruminansia yang baru lahir, energi dan protein pakan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi yang cukup tinggi pada dua minggu pertama kehidupannya. Kolostrum yang sangat bagus didapatkan pedet dari menyusu induknya pertama kali sejak lahir. Setelah empat hari, susu disebut susu transisi. Untuk minggu pertama kehidupannya, pedet mendapatkan hampir semua nutrisinya dari susu dan mulai umur empat hari, dapat diberi milkreplacer. Berbeda dari ruminansia dewasa, saat lahir, pada rumen praruminansia tidakterdapat mikroba anaerobic. Apabila pakan yang diberikan lebih dari satu jenis, akan timbul efek asosiasi, dapat menjadi efek positif maupun efek negatif. Beberapa efek negatif yang terbentuk dapat diminimalkan dengan pengawasan pada pengolahan pakan. VFA adalah sumber energi utama untuk ternak ruminansi
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
2022/HD/0480 636.085 KUS n Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat Polbangtan Malang - Ruang Koleksi Buku Umum (Lantai 2) Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001504827
005 20260619025849
007 ta
008 260619################g##########0#ind##
020 # # $a 978-602-386-956-5
035 # # $a 0010-0626000022
082 # # $a 636.085
084 # # $a 636.085 KUS n
100 0 # $a Kustantinah I.S Adiwimarta$e Pengarang
245 1 # $a Nutrisi Ruminansia : $b Kepentingan Energi dan Protein /$c Kustantinah I.S Adiwimarta ; editor, Dila
250 # # $a Cetakan pertama, Februari 2021
264 # # $a Yogyakarta :$b Gadjah Mada University Press,$c 2021
300 # # $a xiv, 186 halaman. : $b ilustrasi ; $c 23 cm.
336 # # $a teks$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
520 # # $a Pada industri peternakan, pakan mempunyai kontribusi sebesar 70% dari total biaya produksi sehingga mempelajari ketersediaan nutrien dan memperbaiki efisiensi konversi pakan merupakan hal sangat penting. Pada ruminansia yang baru lahir, energi dan protein pakan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi yang cukup tinggi pada dua minggu pertama kehidupannya. Kolostrum yang sangat bagus didapatkan pedet dari menyusu induknya pertama kali sejak lahir. Setelah empat hari, susu disebut susu transisi. Untuk minggu pertama kehidupannya, pedet mendapatkan hampir semua nutrisinya dari susu dan mulai umur empat hari, dapat diberi milkreplacer. Berbeda dari ruminansia dewasa, saat lahir, pada rumen praruminansia tidakterdapat mikroba anaerobic. Apabila pakan yang diberikan lebih dari satu jenis, akan timbul efek asosiasi, dapat menjadi efek positif maupun efek negatif. Beberapa efek negatif yang terbentuk dapat diminimalkan dengan pengawasan pada pengolahan pakan. VFA adalah sumber energi utama untuk ternak ruminansia. VFA diproduksi pada saat pakan difermentasikan di dalam rumen dan juga diproduksi pada saat fermentasi residu pakan di dalam usus besar meskipun hal ini pada umumnya hanya sedikit dibandingkan dengan total VFA yang diproduksi di rumen. Metabolisme basal pada umumnya didefinisikan sebagai produksi panas pada ternakdalam lingkungan thermoneutral. Walaupun kondisi ini sangat sulit dicapai ternak, dapat untuk mengukur metabolisme pada saat puasa karena pada umumnya ternak dipelihara di dalam ruangan respirasi (tertutup) dengan aktivitas sangat terbatas. Di dalam buku ini dibahas bentuk-bentuk energi yang dimanfaatkan ruminansia, energi intake, dan energi yang diekskresikan dalam feses maupun urine, misalnya energi yang tercerna (digestible energy/DE). Digestible energi (DE) merupa kan energi yang tecerna. Energi tercerna dapat dinyatakan dalam per unit berat (kcal/g) atau dalam persentase gross energy. Meskipun demikian, istilah total digestible energy juga digunakan. TDN (total digestible nutrien) sering digunakan untuk evaluasi bahan pakan, ekspresi kebutuhan nutrien. Sementara itu, penggunaan energi yang termetabolismekan (ME) dibandingkan DE dan TDN mempunyai keuntungan untuk ternak ruminansia.
650 # 4 $a nutrisi ternak
650 # 4 $a pakan ternak
700 0 # $a Dila$e Pengarang
990 # # $a 2022/HD/0480
Content Unduh katalog