Cite This        Tampung        Export Record
Judul Peningkatan produksi dan kadar kurkumin temulawak / Ellis Nihayati
Pengarang Ellis Nihayati (Pengarang)
Penerbitan Malang : UB Press, 2016
Deskripsi Fisik xvi, 128 halaman. :ilustrasi berwarna ;23 cm.
Konten teks
Media tanpa perantara
Penyimpan Media volume
ISBN 978-602-432-027-0
Subjek temulawak
empon-empon
pertanian
Abstrak Penulisan monograf yang berjudul “Peningkatan Produksi dan Kadar Kurkumin Temulawak” ini bertujuan untuk menyampaikan informasi mengenai potensi dan kendala temulawak di Indonesia. Sekaligus untuk menyampaikan beberapa tahapan yang dapat dilakukan sebagai upaya meningkatkan produksi dan kadar kurkumin temulawak. Beberapa upaya tersebut antara lain pemilihan bibit temulawak, penggunaan media tanaman temulawak, penggunaan unsur hara, pengoptimalan lahan budidaya temulawak, penentuan waktu panen temulawak, penanganan pascapanen temulawak, pengendalian kualitas, upaya perbaikan bibit temulawak, dan metode percobaan temulawak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya produksi dan kadar kurkumin rimpang dapat ditingkatkan antara lain dengan melalui pemberian unsur hara makro N, P, K masing-masing pada dosis 200 kg ha-1, 100 kg ha-1, 180 kg ha-1. Optimasi pemberian N,K secara kombinasi dapat berhasil untuk meningkatkan kadar kurkumin menjadi 6,65% saat panen umur 6 bulan dan produksi 44,6 g-tan pada saat panen
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
2022/HD/0225 633.83 ELL p Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat Polbangtan Malang - Ruang Koleksi Buku Umum (Lantai 2) Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001502963
005 20260224111101
007 ta
008 260224################g##########0#ind##
020 # # $a 978-602-432-027-0
035 # # $a 0010-0226000083
082 # # $a 633.83
084 # # $a 633.83 ELL p
100 0 # $a Ellis Nihayati$e Pengarang
245 1 # $a Peningkatan produksi dan kadar kurkumin temulawak /$c Ellis Nihayati
264 # # $a Malang :$b UB Press,$c 2016
300 # # $a xvi, 128 halaman. : $b ilustrasi berwarna ; $c 23 cm.
336 # # $a teks$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
520 # # $a Penulisan monograf yang berjudul “Peningkatan Produksi dan Kadar Kurkumin Temulawak” ini bertujuan untuk menyampaikan informasi mengenai potensi dan kendala temulawak di Indonesia. Sekaligus untuk menyampaikan beberapa tahapan yang dapat dilakukan sebagai upaya meningkatkan produksi dan kadar kurkumin temulawak. Beberapa upaya tersebut antara lain pemilihan bibit temulawak, penggunaan media tanaman temulawak, penggunaan unsur hara, pengoptimalan lahan budidaya temulawak, penentuan waktu panen temulawak, penanganan pascapanen temulawak, pengendalian kualitas, upaya perbaikan bibit temulawak, dan metode percobaan temulawak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya produksi dan kadar kurkumin rimpang dapat ditingkatkan antara lain dengan melalui pemberian unsur hara makro N, P, K masing-masing pada dosis 200 kg ha-1, 100 kg ha-1, 180 kg ha-1. Optimasi pemberian N,K secara kombinasi dapat berhasil untuk meningkatkan kadar kurkumin menjadi 6,65% saat panen umur 6 bulan dan produksi 44,6 g-tan pada saat panen 12 bulan. Selain itu penambahan unsur mikro dan B, Fe, Zn, Mo dari 0,05 – 0,75 ppm mampu meningkatkan kadar kurkumin temulawak menjadi 0,62-6,26%. Untuk mengoptimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan produksi rimpang temulawak dapat dilakukan dengan sistem tumpang sari strip cropping dengan jagung, strip relay dengan ubi jalar, dan row relay dengan kedelai. Dimana sistem tersebut selain dapat meningkatkan produksi, keuntungan petani dan kesesuaian lahan. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah musim tanam yang tepat yaitu awal musim penghujan karena apabila ditanam pada musim kemarau akan mengalami penurunan pertumbuhan dan produksi. Selain itu, saat panen yang tepat juga penting dalam mendapatkan rimpang yang berkualitas. Upaya peningkatan produksi dan kadar kurkumin juga dapat dilakukan dengan manipulasi perbanyakan yang saat ini sedang dalam proses penelitian. Pada tahap berikutnya budidaya temulawak organik diharapkan mampu memenuhi standar budidaya organik sehingga dapat memenuhi syarat eksport sebagai tanaman obat yang sehat dan aman dikonsumsi.
650 # 4 $a empon-empon
650 # 4 $a pertanian
650 # 4 $a temulawak
990 # # $a 2022/HD/0225
Content Unduh katalog
 
Karya Terkait :
RANCNGAN PENYULUHAN PENGGUNAAN DOSIS PUPUK BOKASIH KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG HIBRIDA (Zea meys) DI KELOMPOK TANI PERSADA MAKMUR I DESA KANIGORO KECAMATAN REMBANG KABUPATEN PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR / POLBANGTAN MALANG KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH (Oryza Satha L) SISTEM TANAH JAJAR LEGOWO DAN SISTEM TANAH TEGEL DI DESA RANDUAGUNG KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG / POLBANGTAN MALANG RANCANGAN PENYULUHAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI KOTORAN TERNAK PADA KELOMPOK PADA KELOMPOK TANI DEWI RATIH DI DESA YOSOWILANGUN KECAMATAN YOSOWILANGUN KABUPATEN LUMAJANG PROPINSI JAWA TIMUR / POLBANGTAN MALANG APLIKASI PUPUK BOKASHI KOTORAN SAPI DAN UKURAN UMBI YANG TEPAT PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Alllum ascalonicum L.) VARIETAS LOKAL BAUJI DESA GADUNGAN KECAMATAN GANDUSARI KABUPATEN BLITAR PROPINSI JAWA TIMUR / POLBANGTAN MALANG RESPON PETANI TERHADAP SISTIM TANAM JAJAR LEGOWO PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa. L) DI KELOMPOK TANI DADI MAKMUR 1 DESA PURWODADI KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR / POLBANGTAN MALANG Show More