02131 2200265 4500001002100000005001500021007000300036008004100039035002000080082001500100084002100115100002600136245008800162264004200250300004500292336002100337337003000358338002300388520131100411650002201722650003501744650003401779650003501813990001701848INLIS00000000150500420260818085552ta260818 g 0 ind  a0010-0826000024 a338.195 98 a338.195 98 WED p0 aWedy UtomoePengarang1 aPresiden Soeharto Mendirikan Monumen Swasembada Pangan Jilid 1 /cH.M.T. Wedy Utomo aJakarta :bPelopor Pembangunan,c1997 axvi, 296 halaman. :bilustrasi ;c23 cm. 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aBuku ini mendokumentasikan rekam jejak perjuangan bangsa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto dalam mengejar kemandirian sektor pertanian, yang puncaknya ditandai dengan keberhasilan pencapaian Swasembada Beras pada tahun 1984. Dari sebuah negara yang awalnya menjadi salah satu importir beras terbesar di dunia, Indonesia berhasil membalikkan keadaan menjadi negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, bahkan mendapat apresiasi tertinggi dari lembaga pangan dunia (FAO) pada tahun 1985. Secara spesifik, buku Jilid 1 ini mengupas latar belakang kebijakan pembangunan pertanian melalui program Revolusi Hijau, modernisasi pertanian, serta koordinasi lintas sektoral yang masif antara Departemen Pertanian, Departemen Transmigrasi, dan Pemerintah Daerah (salah satunya berfokus pada proyek pengembangan di Kalimantan Tengah). Istilah "Monumen" dalam judul buku ini tidak hanya merujuk pada bangunan fisik, melainkan sebuah simbolisasi "monumen sejarah" berupa warisan keberhasilan (legacy) pembangunan Orde Baru yang dirintis melalui program Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Buku ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban publik dan catatan dokumenter mengenai sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan para petani dalam memperkuat ketahanan pangan nasional 4aEkonomi Pertanian 4aEkonomi pertanian -- Indonesia 4aKebijakan pangan -- Indonesia 4aSwasembada pangan -- Indonesia a2021/HD/0019