02388 2200289 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001000122084001600132100003000148245008000178300004500258650002200303650002300325650002200348650003000370650004100400520151100441336002101952337003001973338002302003264005502026990001702081INLIS00000000150498720260806095753 a0010-0826000005ta260806 g 0 eng  a978-1-4684-1151-5 a581.2 a581.2 MIS p0 aMisaghi, I. J.ePengarang1 aPhysiology and Biochemistry of Plant-Pathogen Interactions /cI. J. Misaghi axvi, 287 halaman. :bilustrasi ;c23 cm. 4aPatologi tumbuhan 4aFisiologi tumbuhan 4aBiokimia tumbuhan 4aInteraksi tanaman-patogen 4aPenyakit tanaman -- Aspek fisiologis aBuku ini merupakan literatur klasik yang sangat penting dalam bidang patologi tumbuhan (fitopatologi). Isinya mengupas tuntas mekanisme pertempuran molekuler, fisiologis, dan biokimia antara tanaman inang (host plants) dengan mikroorganisme penginfeksi (pathogens) seperti jamur, bakteri, dan virus. Buku ini membedah hubungan sebab-akibat yang kompleks dalam co-evolusi pertahanan tanaman dan serangan patogen. Fokus pembahasannya meliputi: Proses Penetrasi & Infeksi: Bagaimana patogen mengenali sinyal kimia dari tanaman inang, mendekat, lalu menembus lapisan kutikula atau dinding sel tumbuhan. Enzim Pendegradasi Dinding Sel: Peran enzim pektolitik dan selulolitik yang diproduksi oleh patogen (pathogen-produced enzymes) untuk merusak integritas struktural jaringan tanaman Fitotoksin (Phytotoxins): Mekanisme molekuler bagaimana racun/toksin yang dikeluarkan bakteri atau jamur merusak fungsi seluler atau mengganggu permeabilitas membran sel tanaman Zat Pengatur Tumbuh (Hormonal Alterations): Gangguan patogen terhadap hormon tanaman (seperti auksin, sitokinin, asam absisat, dan etilen) yang memicu gejala pembengkakan (gal), tumorogenesis, atau kekerdilan Respon Pertahanan Tanaman (Host Defense Mechanisms): Cara tanaman mengenali molekul penyerang (elicitors) dan mengaktifkan benteng pertahanannya, mulai dari akumulasi phytoalexins (senyawa antimikroba alami), lignifikasi dinding sel, hingga respon hipersensitif (hypersensitive response / kematian sel lokal untuk melokalisir infeksi) 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aNew York :bSpringer Science+Business Media,c1982 a2024/HD/0509