na INLIS000000001504959 20260721082746 0010-0726000120 ta 260721 g 0 ind 978-602-6322-25-8 499. 221 3 499. 221 3 FAT s Fatimah Djajasudarma Pengarang Semantik 1 : Makna Leksikal dan Gramatikal / Fatimah Djajasudarma Cetakan keenam, Oktober 2016 viii, 108 halaman. : ilustrasi ; 24 cm. Bahasa Indonesia - Semantik rdacontent teks rdamedia tanpa perantara rdacarrier volume Bandung : Refika Aditama, 1993 Dalam buku ini Penulis menyajikan teori-teori mengenai ilmu makna, leksikal dan juga gramatikal. Pembahasan dalam buku ini terdiri dari unsur-unsur semantik, struktur leksikal, dan ketaksaan (amibiguitas) Buku ini terdiri dari empat bab, yang didalamnya terdapat sub-sub bab yang melengkapi dan menjelaskan tiap babnya. Bab 1 Pendahuluan, yang memaparkan tentang istilah semantik, ruang lingkup semantik, istilah makna, semantik dan linguistik, sifat sejarah sematik, dan semantik, filsafat dan psikologi. Dalam buku ini dijelaskan bahwa Semantik ini ada pada ketiga tataran bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, dan leksikon. Morfologi dan sintaksis termasuk ke dalam gramatika dan tata bahasa). Istilah semantik ini muncul pada tahun 1894 yang dikenal melalui American Philological Association dan mulai dinyatakan dengan tegas sebagai ilmu makna baru pada tahun 1897 dengan munculnya Essai de Semantique karya M.Breal. Semantik mencakup bidang yang sangat luas, baik dari segi struktur dan fungsi bahasa, namun dalam buku ini ruang lingkup semantic dibatasi pada hubungan ilmu makna itu sendiri dibidang linguistik. Sedangkan untuk istilah makna, makna itu sendiri mempunyai tiga tingkat keberadaan yaitu pada tingkat pertama dan kedua makna dilihat dari segi hubungannya dengan penutur, sedangkan pada tingkat ketiga makna lebih ditekankan pada makna dalam komunikasi. Apabila Linguistik membatasi diri pada garapan bentuk makna, sedangkan acuannya bergantung pada pengalaman penutur bahasa itu sendiri. Sedangkan semantik lebih menitikberatkan pada bidang makna dengan berpangkal dari acuan dan bentuk (simbol). 2024/HD/0500