01714 2200229 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059082001200100084001800112100002200130245005700152300004400209650002500253336002100278337003000299338002300329264002600352520108900378990001701467INLIS00000000150483420260624084534 a0010-0626000029ta260624 g 0 ind  a630.715 a630.715 ACH s0 aAchmadePengarang1 aSumberdaya Manusia Pertanian yang Amanah 2 /cAchmad avi, 313 halaman. :bilustrasi ;c21 cm. 4apenyuluhan pertanian 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aMalang :bSTTP,c2009 aLatar Belakang & Tantangan: Sektor pertanian Indonesia sering kali terhambat oleh lambatnya adopsi teknologi (smart farming), keterbatasan literasi finansial petani, dan masalah manajemen pasca-panen. Tulisan ini menyoroti bahwa akar dari solusi tersebut bukan hanya ketersediaan modal, melainkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mendampingi petani secara langsung. Inti Pemikiran (Konsep "Amanah 2"): Melanjutkan seri pertamanya, jilid ke-2 ini memfokuskan pada implementasi nyata nilai Amanah sebagai fondasi moral. Seorang penyuluh atau aparatur tidak hanya dituntut memiliki keahlian teknis (knowledge & skill), tetapi wajib memiliki ketulusan, loyalitas, dan akuntabilitas moral yang tinggi dalam melayani komunitas petani. Akselerasi Program Pemerintah: Gagasan dalam tulisan ini sejalan dengan restrukturisasi besar-besaran lewat Inpres No. 3 Tahun 2025, di mana seluruh komando penyuluhan kini ditarik langsung di bawah Kementerian Pertanian RI. Hal ini menuntut adanya keseragaman karakter SDM yang berintegritas tinggi untuk mengawal visi ketahanan pangan nasional. a2024/HD/0486