02340 2200265 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001000122084001600132100003200148245012900180250001200309300004300321650002200364700003400386336002100420337003000441338002300471264004000494520152300534990001702057INLIS00000000150480820260605091755 a0010-0626000002ta260605 g 0 ind  a978-623-7267-18-8 a338.1 a338.1 TRI p0 aTriwibowo YuwonoePengarang1 aPembangunan Pertanian :bMembangun ideologi pangan nasional /cProf. Ir. Triwibowo Yuwono, Ph.D. ; editor, A. Ria Puji Utami aEdisi 2 ax, 102 halaman. :bilustrasi ;c23 cm. 4aekonomi pertanian0 aA. Ria Puji UtamiePenyunting 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aYogyakarta :bLily Publisher,c2019 aPangan adalah kebutuhan setiap manusia, setiap bangsa, dan negara. Persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan teknis produksi, atau produksi dan produktivitas, melainkan mempunyai aspek yang jauh lebih luas. Pangan juga terkait dengan budaya masyarakat, spriritualitas, perdagangan lokal maupun antarnegara, bahkan terkait dengan politik kebangsaan. Oleh karena itu, memahami persoalan pangan harus dilakukan secara menyeluruh dan memerlukan suatu landasan filosofis yang terkait dengan ideologi kebangsaan. Sebagai bangsa yang majemuk, dengan latar belakang budaya, suku, agama, dan spiritualitas, serta keunikan komunitas yang beragam, maka diperlukan suatu landasan ideologis yang dapat mempersatukan keberagaman sehingga menjadi kekuatan dan ketahanan bangsa. Pancasila sebagai landasan ideologi nasional semestinya menjadi landasan yang juga harus digunakan di dalam merumuskan setiap kebijakan negara, termasuk di dalam mencukupi kebutuhan pangan bagi setiap warga bangsa. Landasan ideologis ini sangat penting agar pendekatan dan pemahaman atas pangan tidak hanya bertumpu pada angka produksi dan produktivitas, atau keuntungan ekonomis semata, melainkan harus mampu memenuhi setiap aspek ideologis kebangsaan, yang pada akhirnya harus menjadikan kebijakan pangan sebagai landasan menuju bangsa yang berkeadilan sosial. Buku ini menyajikan pemikiran penulis bagaimana bangsa harus mengembangkan ideologi pangan nasional yang nantinya bisa menjadi rujukan setiap kebijakan dalam menyediakan pangan bagi bangsa a2022/HD/0453