02875 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059082001600098084002200114100003400136245018100170300001200351650007100363520199600434336002102430337002802451338002502479856007402504264003902578990001602617INLIS00000000150300320260401100206 a0010-0426000001ta260401 | | |  aL.310-25020 aL.310-25020 MUH s0 aMuhammad Bayu ArdiePengarang1 aSTUDI KOMPARATIF EFEKTIVITAS METODE PENYULUHAN KONVENSIONAL DIBANDINGKAN METODE PENYULUHAN DIGITAL DALAM PROGRAM PENYULUHAN PERTANIAN DI KABUPATEN PASURUAN /cPolbangtan Malang a121 hlm 4aEfektivitas, Penyuluhan Digital, Penyuluhan Konvensional, Whatsapp aPenyuluhan pertanian yang selama ini dilakukan secara konvensional kerap terkendala jarak, waktu, dan biaya, sehingga penyampaian informasi kepada seluruh petani belum optimal. Perkembangan teknologi informasi membuka peluang penerapan metode penyuluhan digital yang mampu menjangkau sasaran lebih luas dengan waktu dan sumber daya yang lebih efisien. Namun, kajian komprehensif yang membandingkan efektivitas kedua metode tersebut, terutama pada aspek pengetahuan, keterampilan, produktivitas, dan kepuasan petani, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas metode penyuluhan konvensional dan digital dalam program penyuluhan pertanian di Kabupaten Pasuruan. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada penyuluh pertanian. Populasi penelitian mencakup seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Pasuruan, dengan penentuan sampel menggunakan teknik cluster sampling berdasarkan topografi, sehingga diperoleh 55 responden dari 12 Balai Penyuluhan Pertanian. Indikator penelitian meliputi: (1) tingkat pengetahuan petani, (2) penerapan praktik pertanian, (3) produktivitas pertanian, dan (4) kepuasan petani terhadap metode penyuluhan. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05 pada seluruh indikator, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode. Pada desain penyuluhan digital, hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 30%, keterampilan 82%, dan sikap 80%. Pemanfaatan fitur Komunitas pada aplikasi WhatsApp mempermudah distribusi materi, diskusi interaktif, serta kolaborasi antarpenyuluh, meskipun masih terkendala kualitas jaringan internet dan perbedaan tingkat literasi digital. Secara keseluruhan, metode penyuluhan digital terbukti lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan kapasitas petani, dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai media penyuluhan berkelanjutan. 2rdacontentaText 2rdamediaaBuku Tercetak 2rdacarrieraHardcopy ahttps://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2102 aMalang :bPolbangtan Malang,c2025 aL.310-25020