02529 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059082001600098084002200114100003100136245015900167300001200326650008400338520166200422336002102084337002802105338002502133856007402158264003902232990001602271INLIS00000000150297420260226113227 a0010-0226000095ta260226 | | |  aL.310-25131 aL.310-25131 ARI e0 aArif Sugian NurePengarang1 aEFEKTIVITAS PEMBERIAN SODIUM BIKARBONAT (NaHCO3) PADA AIR MINUM TERHADAP PERFORMA PRODUKSI DAN HEAT STRESS AYAM BROILER FASE FINISHER /cPolbangtan Malang a126 hlm 4aSodium bikarbonat, Ayam Broiler, Performa Produksi, Heat stress, Fase Finisher. aPenelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pemberian sodium bikarbonat (NaHCO?) dalam air minum terhadap performa produksi dan heat stress pada ayam broiler fase finisher. Penelitian dilaksanakan di Mercyanto Farm, Kabupaten Pasuruan selama 14 hari menggunakan 54 ekor ayam broiler umur 22- 35 hari. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan: P0 (kontrol tanpa NaHCO?), P1 (NaHCO? 0,5%), dan P2 (NaHCO? 1%), masing-masing terdiri dari 6 ulangan. Parameter yang diamati meliputi bobot badan akhir, pertambahan bobot harian (ADG), konversi pakan (FCR), mortalitas, suhu tubuh, dan frekuensi pernapasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 menghasilkan performa terbaik dengan bobot badan akhir 2482 g/ekor dan ADG 84,99 g/hari, berbeda nyata (p<0,05) dibandingkan P0 (2437 g/ekor; 79,99 g/hari) dan P2 (2444 g/ekor; 80,63 g/hari) berdasarkan uji Duncan. Nilai FCR terbaik diperoleh pada P1 (1,95) dibandingkan P0 (2,33) dan P2 (2,17). Mortalitas terendah terjadi pada P1 (0%) dibandingkan P0 (5,6%) dan P2 (11,1%). Pada parameter fisiologis, P1 menunjukkan suhu tubuh terendah (41,48°C) meskipun tidak berbeda nyata antar perlakuan. Frekuensi pernapasan tertinggi ditemukan pada P1 (51 kali/menit) yang berbeda nyata (p<0,05) dengan P0 (44 kali/menit) dan P2 (48 kali/menit). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian NaHCO? 0,5% dalam air minum efektif meningkatkan performa produksi dan membantu mengurangi dampak heat stress pada ayam broiler fase finisher. Disarankan penggunaan NaHCO? 0,5% sebagai strategi manajemen nutrisi untuk menghadapi kondisi iklim tropis. 2rdacontentaText 2rdamediaaBuku Tercetak 2rdacarrieraHardcopy ahttps://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2094 aMalang :bPolbangtan Malang,c2025 aL.310-25131