02808 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059082001600098084002200114100003100136245009600167300001100263650005700274520203200331336002102363337002802384338002502412856007402437264003902511990001602550INLIS00000000150296820260225013839 a0010-0226000089ta260225 | | |  aL.310-25169 aL.310-25169 DIA s0 aDiana SetiawatiePengarang1 aSUBSTITUSI DAGING AYAM PADA PEMBUATAN PEMPEK TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK /cPolbangtan Malang a93 hlm 4aPempek, daging ayam, ikan tenggiri, uji organoleptik aBahan baku utama pada pempek umumnya dari bahan dasar ikan tenggiri. Ikan tenggiri (Scomberomorus commersonii) merupakan jenis ikan laut pelagis yang memiliki daging dengan cita rasa gurih dan warna yang putih cerah sehingga cocok untuk dimanfaatkan dalam pembuatan pempek. Tenggiri juga memiliki rendemen daging yang tinggi yaitu 57,23 - 58,57% serta mengandung Omega 3 yang tinggi. Namun dibalik kelebihannya tersebut, di pasaran saat ini ikan tenggiri merupakan komoditas hasil laut dengan harga yang cukup mahal sehingga harga pempek yang dijual juga mahal dan ketersediaannya bisa terbatas di beberapa daerah. Sehingga diperlukan alternatif lain yang dapat mengganti ikan tenggiri dalam pembuatan pempek seperti, daging ayam lebih mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui substitusi daging ayam pada pembuatan pempek terhadap uji organoleptik dan untuk mengetahui perencanaan bisnis plan pempek ayam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen, yaitu melakukan percobaan dengan perlakuan daging ayam terhadap kualitas pempek. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan hasil yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan parameter uji statistik One Way ANOVA dengan uji lanjut Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pempek dengan komposisi 75% daging ayam dan 25% ikan tenggiri (P2) dan pada perencanaan bisnis plan menunjukkan estimasi biaya operasional sebesar Rp. 12.879 500 per bulan. Pendapatan bulanan yang dihasilkan mencapai Rp. 18.360.000, sehingga diperoleh laba sebesar Rp. 5.480.500 per bulan. Usaha ini dinilai layak untuk dijalankan karena menghasilkan nilai R/C ratio sebesar 1,4 titik impas (BEP) tercapai pada volume produksi 4.291 pcs dengan harga BEP sebesar Rp 2.103 per pcs. Dari hasil tersebut, diperoleh nilai ROI sebesar 42%, yang mengindikasikan bahwa usaha ini menguntungkan dan memiliki prospek untuk dikembangkan lebih lanjut. 2rdacontentaText 2rdamediaaBuku Tercetak 2rdacarrieraHardcopy ahttps://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2088 aMalang :bPolbangtan Malang,c2025 aL.310-25169