02573 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059082001600098084002200114100003300136245010300169300001200272650005900284520178500343336002102128337002802149338002502177856007402202264003902276990001602315INLIS00000000150296720260225011113 a0010-0226000088ta260225 | | |  aL.310-25130 aL.310-25130 ANG k0 aangela Merici MoiePengarang1 aKONSENTRASI FERMENTASI LARVA BLACK SOLDIER FLY TERHADAP PERFORMA AYAM BURAS /cPolbangtan Malang a109 hlm 4aAyam Buras, Fermentasi, Larva BSF, Performa Ayam Buras aAyam buras atau ayam kampung merupakan salah satu jenis unggas lokal dengan variansi genetik yang cukup tinggi dan tinggkat adaptasi yang lebih baik jika dibandingan dengan ayam ras. Namun, proses budidaya ayam buras memerlukan waktu pemeliharaan yang cukup lama dengan pencapaian performa yang rendah sehingga industri peternakan ayam menggunakan antibiotic growth promoter (AGP) sebagai imbuhan pakan untuk meningkatkan performa ayam. Larva black soldier fly (BSF) yang merupakan larva dari lalat BSF dengan bakteri asam laktat dalam saluran pencernaannya yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif AGP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kuantitaf eksperimental, bertujuan untuk menguji hubungan sebap-akibat antara variabel independen dan dependen dalam kondisi terkontrol. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi terhadap pemberian fermentasi larva black soldier fly terhadap parameter performa ayam buras meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, bobot akhir, deplesi, FCR dan indeks performa ayam buras. Konsetrasi fermentasi larva BSF terdiri dari P0 (0 ml), P1 (1 ml/liter air minum), P2 (3 ml/liter air minum) dan P3 (5 ml/liter air minum). Hasil penelitian pemberian konsentrasi fermentasi larva black soldier fly tidak perpengaruh secara signifikan (p-value > 0,05) secara statistik terhadap perfoma ayam buras dikarenakan viabilitas secara in vivo bakteri asam laktat masih rendah. Namun, secara biologis pada parameter pertambahan bobot badan dan bobot akhir menunjukan tren peningkatan nilai rata-rata dari kontrol, P1, P2 dan P3. Bobot akhir diperoleh peningkatan bobot akhir seiring dengan peningkatan konsentrasi sebagai berikut perlakuan kontrol 842,5 gr/ekor, P1 848,9 gr/ekor, P2 852,7 gr/ekor dan P3 858,9 gr/ekor. 2rdacontentaText 2rdamediaaBuku Tercetak 2rdacarrieraHardcopy ahttps://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2087 aMalang :bPolbangtan Malang,c2025 aL.310-25130