01828 2200313 4500001002100000005001500021035002000036008004100056020002200097041000600119082001000125090001700135100004500152700003200197245010200229250002600331260003300357300002700390084001600417650001900433740001900452264003800471336002100509337003000530338002300560520089700583990001701480990001701497INLIS00000000150290820260127021430 a0010-0126000041260127 g 0 ind  a978-602-350-638-5 ai a297.7 a664.07 SUD a0 aas-Samawi, Muhammad At-TijaniePengarang0 aIrwan KurniawanePenerjemah1 aTidakkah kamu berpikir /cDr. Muhammad At-Tijani as-Samawi ; penerjemah & editor, Irwan Kurniawan aCetakan II, Juli 2023 aYogyakarta :bLiberty,c2007 a268 halaman. ;c21 cm. a297.7 ASS t 4aFilsafat Islam aAfala ta'qilun aBandung :bNuansa Cendekia,c2020 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aDalam beragama, janganlah terlalu mengandalkan akal. Tetapi dalam memahami agama, akal memiliki peranan penting. Sebab, dengan akal, kita dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, atau mana yang hak (haqq) dan mana yang hoak (hoax). Akal juga merupakan anugerah dan nikmat Ilahi yang amat besar, yang menjadikan manusia istimewa dibanding makhluk lainnya. Itulah sebabnya dalam Al-Quran, Allah Swt berulang-ulang mempertanyakan secara retoris ihwal penggunaan akal, agar manusia menggunakan akalnya. Antara lain, firman-Nya: Afalâ ta‘qilûn—Tidakkah kamu berpikir? Dalam buku ini, Dr. Muhammad at-Tijani as-Samawi mengajak kita untuk mendayagunakan akal dalam menilai dan menimbang sebagian dari realitas Islam dan kaum Muslim. Dengan demikian, kita tidak mudah terjebak dan terpedaya oleh pihak-pihak yang memusuhi dan berusaha menghancurkan Islam dan umatnya a2024/HD/0459 a2024/HD/0472