03335 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059082001600098084002200114100003000136245015300166300001200319650006900331520249000400336002102890337002802911338002502939856007402964264003903038990001603077INLIS00000000150288020251228105504 a0010-1225000109ta251228 | | |  aL.310-25108 aL.310-25108 DJA p0 aDjagat RokhaniePengarang1 aPOLA KOMUNIKASI PENYULUH SWASTA DI PETERNAK SAPI PERAH (STUDI KASUS DI UD. SAPUTRA JAYA KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG) /cPolbangtan Malang a137 hlm 4aPola komunikasi, penyuluh swasta, peternak sapi perah, kemitraan aTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi yang diterapkan oleh penyuluh swasta dalam menyampaikan informasi kepada peternak, menganalisis peran komunikasi dalam mendukung keberlanjutan program pengembangan peternakan sapi perah, serta mengidentifikasi faktorfaktor yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi antara penyuluh dan peternak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan informan purposive sampling dan snowball sampling. Informan terdiri dari satu orang penyuluh swasta dan tiga orang peternak mitra UD. Saputra Jaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuasi kualitatif serta aplikasi Nvivo 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh swasta menerapkan tiga pola komunikasi, yaitu komunikasi satu arah, dua arah, dan multi arah. • Komunikasi satu arah digunakan saat penyuluh menyampaian informasi terhadap peternak yang tidak memerlukan umpan balik seperti pengumuman jadwal pertemuan atau informasi teknis dasar. • Komunikasi dua arah memungkinkan interaksi langsung seperti diskusi atau konsultasi yang mempererat hubungan antara penyuluh dan peternak serta meningkatkan pemahaman informasi yang diberikan. • Komunikasi multi arah menjadi pola paling efektif karena melibatkan berbagai pihak penyuluh, peternak, manajemen UD. Saputra Jaya dan IPS hingga pertukaran informasi dan penyelesaian masalah secara bersama-sama. Pola komunikasi tersebut berperan penting dalam mendukung keberlanjutan program pengembangan peternakan di UD. Saputra Jaya. Penyuluh tidak hanya sebagai penyampai informasi tetapi juga berperan sebagai fasilitator, pendamping, dan motivator bagi peternak. Melalui komunikasi yang intensif dan partisipatif, terjadi peningkatan transfer pengetahuan, penguatan kapasitas peternak, terjalinnya hubungan yang saling percaya, serta tumbuhnya motivasi dan komitmen bersama dalam mengembangkan usaha peternakan. Keberhasilan komunikasi dipengaruhi oleh kompetensi penyuluh, dukungan kelembagaan, frekuensi komunikasi, hubungan interpersonal yang baik, pemilihan media komunikasi, serta sikap terbuka dari peternak. Melalui penerapan pola komunikasi yang efektif kegiatan penyuluhan mampu mempererat kemitraan antara UD. Saputra Jaya dan peternak sekaligus mendorong pengembangan usaha peternakan sapi perah secara berkelanjutan dari hulu hingga hilir. 2rdacontentaText 2rdamediaaBuku Tercetak 2rdacarrieraHardcopy ahttps://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2048 aMalang :bPolbangtan Malang,c2025 aL.310-25108