03997 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059082001600098084002200114100004900136245018300185300001200368650006400380520310800444336002103552337002803573338002503601856007403626264003903700990001603739INLIS00000000150287520251228083847 a0010-1225000104ta251228 | | |  aL.310-25105 aL.310-25105 BON p0 aBonita Armanda Dos Santos MartinsePengarang1 aPERAN KELEMBAGAAN TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI PETERNAK DALAM PROGRAM PETERNAKAN SAPI PERAH ORGANIK DI DESA KALIPUCANG KECAMATAN TUTUR KABUPATEN PASURUAN /cPolbangtan Malang a177 hlm 4aKelembagaan peternak, Sapi perah organik, Motivasi Peternak aDesa kalipucang merupakan salah satu desa dengan usaha pada bidang sapi perah terbesar di Kecamatan Tutur dengan populasi mencapai 2.613 ekor. Memiliki kelompok tani dengan anggota yang aktif dalam mengikuti program pemeliharaan ternak secara organik, Berdasarkan data BPS Kecamatan tutur tercatat bahwa rendahnya pengetahuan anggota kelompok dan minimnya motivasi peternak, tercatat sekitar 50% peternak yang mengikuti peralihan ke sistem budidaya ternak secara organik. Sehingga perlu diteliti bagaimana Lembaga Koperasi Peternak Sapi Perah, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Penyuluh untuk mendorong motivasi anggota kelompok tani Gunung Kawi V. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi peran kelembagaan terhadap motivasi peternak sapi perah organik 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peran kelembagaan terhadap motivasi peternak organik 3) menyusun rancangan penyuluhan tentang motivasi peternak sapi perah organik 4) Mengevaluasi motivasi peternak sapi perah organik di Desa Kalipucang Kecamatan Tutur kabupaten pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan survei dengan teknik total sampling, yang melibatkan 30 orang anggota Kelompok Tani Gunung Kawi V sebagai responden. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif untuk menilai peran kelembagaan, yang diklasifikasikan berdasarkan interval skala Likert, serta analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor kelembagaan terhadap motivasi peternak. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi pelatihan dan penyuluhan, bantuan finansial, sarana produksi, umur, tingkat pendidikan, dan lama beternak. Rancangan penyuluhan disusun dengan sasaran utama anggota Kelompok Tani Gunung Kawi V. Tujuan penyuluhan untuk meningkatkan motivasi peternak agar mampu menerapkan program pemeliharaan sapi perah organik. Perubahan perilaku yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya motivasi peternak, dengan target capaian sebesar 80%. Metode penyuluhan yang digunakan adalah ceramah dan diskusi, dengan materi yang berfokus pada manajemen pemeliharaan ternak organik berdasarkan prinsip kesejahteraan hewan. Media penyuluhan yang digunakan berupa folder dan presentasi Power Point. Hasil penelitian menunjukan secara keseluruhan Lembaga KPSP, LSM, dan BPP berada pada kategori berperan dengan nilai 140,3. Berdasarkan aspek peran Lembaga KPSP berperan pada aspek bantuan finasial Lembaga LSM sangat berperan pada aspek pelatihan penyuluhan, dan BPP berperan pada pusat jejaring data dan informasi. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda faktor pelatihan penyuluhan, bantuan finansial, sarana produksi, umur, tingkat pendidikan, dan lama beternak berpengaruh secara (simultan) bersamasama dengan nilai signifikansi 0,001 dan secara (parsial) faktor yang paling berpengaruh yaitu pelatihan penyuluhan, bantuan finansial, dan lama beternak. Hasil evaluasi motivasi sebelum penyuluhan sebesar 41,7% dan setelah dilakukan penyuluhan meningkat sebesar 43,8% menjadi 76,3% pada aspek Existence (kebutuhan fisiologis). 2rdacontentaText 2rdamediaaBuku Tercetak 2rdacarrieraHardcopy ahttps://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2043 aMalang :bPolbangtan Malang,c2025 aL.310-25105