05119 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059082001600098084002200114100003000136245019500166300001200361650006300373520423800436336002104674337002804695338002504723856007404748264003904822990001604861INLIS00000000150287120251228075825 a0010-1225000100ta251228 | | |  aL.310-25103 aL.310-25103 AYU r0 aAyum NugrahaniePengarang1 aRANCANGAN USAHA BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) BUDIDAYA MAGGOT (Hermetia illucens) KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) MAGGOT JAYA MAKMUR GAPOKTAN RAHARJO UTOMO KABUPATEN BLITAR /cPolbangtan Malang a189 hlm 4aBusiness Model Canvas, Maggot, Penyuluhan, Rancangan Usaha aKelompok Usaha Bersama (KUB) Maggot Jaya Makmur memiliki usaha pemanfaatan limbah organik dengan budidaya maggot. KUB Maggot Jaya Makmur menghadapi kendala akibat tidak tersedia dokumen rancangan usaha yang terstruktur. Bussiness Model Canvas (BMC). BMC adalah model rancangan usaha yang menggambarkan secara langsung proses bisnis dan cocok digunakan pemula bisnis. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai BMC budidaya maggot untuk memberikan landasan bagi petani dengan memulai usaha yang terintegrasi dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini untuk: 1) melaksanakan program penyuluhan tentang rancangan usaha budidaya maggot (Hermetia illucens) di KUB Maggot Jaya Makmur Gapoktan Raharjo Utomo; 2) mengetahui rancangan usaha budidaya maggot (Hermetia illucens) dengan Business Model Canvas (BMC) di KUB Maggot Jaya Makmur; 3) mengevaluasi tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani serta efektivitas program penyuluhan tentang rancangan usaha budidaya maggot (Hermetia illucens) di KUB Maggot Jaya Makmur Gapoktan Raharjo Utomo. Penelitian dilaksanakan di Gapoktan Raharjo Utomo Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur, kepada anggota Gapoktan Raharjo Utomo pada Desember 2024 sampai dengan Februari 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan studi kasus menggunakan metode Research and Development (R&D). Model R&D yang diterapkan adalah model Hannafin dan Peck yang mencakup tiga proses utama: 1) Penilaian kebutuhan dengan need asessment; 2) Tahap desain dengan diagram fishbone; dan 3) Pengembangan dan implementasi dengan Forum Group Discussion (FGD) di dalam penyuluhan. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan dengan menentukan sasaran penyuluhan, tujuan penyuluhan, materi penyuluhan, media penyuluhan, metode penyuluhan. Populasi dari penelitian adalah anggota Gapoktan Raharjo Utomo sebanyak 395 orang. Teknik sampling adalah purposive sampling dan didapatkan 31 responden, dan data dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi limbah organik di KUB Maggot Jaya Makmur adalah limbah rumah makan sebesar 9.336 kg/tahun dan limbah peternakan sebesar 297.000 kg/tahun. Populasi ternak unggas sebagai peluang pasar maggot sebesar 102.615 ekor. Usia responden didominasi oleh dewasa akhir (46-65 tahun) dengan persentase 67,74%, sedangkan tingkat penddidikan responden didominasi SD dengan persentase 48,39%. Kegiatan penyuluhan mengenai rancangan usaha dilakukan dengan 2 kali pertemuan. Pertemuan 1 dilaksanakan pada 30 Desember 2024 yang diisi dengan pemaparan konsep rancangan usaha dan BMC dengan metode ceramah dan penyusunan BMC dengan metode FGD menggunakan media slide ppt, leaflet dan benda sesungguhnya. Pertemuan 2 dilaksanakan pada 20 Februari 2025 yang diisi dengan pemaparan hasil BMC serta SOP penyusunan rancangan penyuluhan dengan BMC dengan metode ceramah dan diskusi menggunakan media benda sesungguhnya. Dari kegiatan penyuluhan menghasilkan rancangan usaha Business Model Canvas (BMC) untuk budidaya maggot di KUB Maggot Jaya Makmur. Rancangan usaha disusun dengan tujuan mencapai target produksi sebesar 96,096 ton/tahun yang dirincikan pada 9 elemen BMC yaitu customer segment, value proporsition, channels, customer relationship, revenue stream, key resources, key activities, key partnership, dan cost structure. Hasil evaluasi penyuluhan tentang rancangan usaha budidaya maggot dengan BMC menunjukkan tingkat pengetahuan sangat tinggi dengan persentase sebesar 86,29%, tingkat sikap sasaran menerima dengan persentase sebesar 89,91%, tingkat keterampilan sasaran berada pada tingkatan terampil dengan persentase 85,85%, dan efektivitas penyuluhan sangat efektif dengan persentase 86,11%. Kesimpulan Research and Development menunjukkan bahwa rancangan usaha yang sesuai untuk KUB Maggot Jaya Makmur adalah Business Model Canvas (BMC) yang dapat menggambarkan alur operasional usaha maggot untuk mencapai target produksi. Saran kepada anggota KUB Maggot Jaya Makmur bersama dengan petugas penyuluh pertanian setempat dapat konsisten dalam menjalankan usaha yang telah dibentuk bersama agar dapat mencapai tujuan usaha. 2rdacontentaText 2rdamediaaBuku Tercetak 2rdacarrieraHardcopy ahttps://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2039 aMalang :bPolbangtan Malang,c2025 aL.310-25103