03023 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059082001600098084002200114100003700136245011700173300001200290650005800302520221800360336002102578337002802599338002502627856007402652264003902726990001602765INLIS00000000149218320251126023557 a0010-1125000074ta251126 | | |  aL.310-25015 aL.310-25015 INT r0 aIntan Cahyaning ZuhriePengarang1 aRANCANGAN PENYULUHAN TERHADAP MANFAAT POLA KEMITRAAN PADA USAHA TANI JERUK DI KECAMATAN DAU /cPolbangtan Malang a159 hlm 4aJeruk, Usaha Tani, kemitraan, Pendapatan, Penyuluhan. aJeruk merupakan komoditas hortikultura unggulan di Kecamatan Dau yang berperan penting sebagai sumber pendapatan utama bagi masyarakat petani. Meski demikian, terdapat perbedaan akses terhadap teknologi, sarana produksi, dan pemasaran antara petani yang tergabung dalam pola kemitraan dan yang tidak tergabung. Kondisi tersebut menyebabkan timbulnya kesenjangan dalam efisiensi usaha tani serta pendapatan di antara kedua kelompok petani. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis usaha tani jeruk pada petani mitra dan non-mitra, (2) membandingkan pendapatan dan efisiensi usaha tani kedua kelompok tersebut, serta (3) menyusun rancangan penyuluhan tentang manfaat pola kemitraan bagi pengembangan usaha tani jeruk di Kecamatan Dau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 78 petani mitra dan 83 petani non-mitra, yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis usaha tani melalui perhitungan biaya, penerimaan, pendapatan, dan rasio B/C petani mitra dan non-mitra, selanjutnya melakukan studi komparasi untuk mengetahui perbedaan pendapatan dan efisiensi antara petani mitra dan non-mitra, serta penyusunan rancangan penyuluhan berbasis hasil analisis usaha tani dan PRA, yang meliputi penetapan materi, metode, media, dan evaluasi penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan bersih petani mitra sebesar Rp 134.825.190/ha per pada tahun 2024, lebih tinggi dibanding petani non-mitra sebesar Rp 85.940.695/ha. Uji t membuktikan terdapat perbedaan signifikan (p < 0,05) pada pendapatan antara kedua kelompok, sehingga kemitraan terbukti berpengaruh terhadap peningkatan usaha tani. Berdasarkan hasil tersebut, telah disusun rancangan penyuluhan yang mencakup tujuan, materi, metode, media, dan evaluasi, dengan fokus utama peningkatan pengetahuan dan sikap petani non-mitra agar lebih tertarik pada pola kemitraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemitraan berperan penting dalam meningkatkan kinerja usaha tani, dan rancangan penyuluhan yang disusun dapat menjadi rujukan dalam program pemberdayaan petani jeruk di Kecamatan Dau. 2rdacontentaText 2rdamediaaBuku Tercetak 2rdacarrieraHardcopy ahttps://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/1994 aMalang :bPolbangtan Malang,c2025 aL.310-25015