<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<modsCollection xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-5.xsd">
  <mods version="3.5">
    <titleInfo>
      <title>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR ADOPSI INOVASI PETANI TERHADAP PENGGUNAAN INSTAGRAM UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS KAMPUNG KRISAN DI KELOMPOK TANI SIDOREJO IV DESA TUTUR</title>
    </titleInfo>
    <name type="personal" usage="primary">
      <namePart>Diva Happy Rizki Ramadani</namePart>
      <role>
        <roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm>
      </role>
    </name>
    <typeOfResource>text</typeOfResource>
    <genre authority="rdacontent">Text</genre>
    <originInfo>
      <issuance/>
    </originInfo>
    <physicalDescription>
      <form authority="marccategory">text</form>
      <form authority="marcsmd">regular print</form>
      <extent>278 hlm</extent>
      <form type="media" authority="rdamedia">Buku Tercetak</form>
      <form type="carrier" authority="rdacarrier">Hardcopy</form>
    </physicalDescription>
    <abstract type="Summary">Bunga krisan (Chrysanthemum spp.) dikenal sebagai bunga hias bernilai&#13;
ekonomi tinggi yang diminati di pasar lokal maupun global. Berdasarkan data&#13;
terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi krisan di Indonesia mengalami&#13;
penurunan sebesar 5,94%, meskipun permintaannya meningkat hingga 25% per&#13;
tahun (Safitri, 2019). Kondisi ini menunjukkan adanya peluang yang cukup besar&#13;
untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran bunga krisan, termasuk&#13;
melalui strategi digital. Di tengah era digital, Instagram muncul sebagai platform&#13;
strategis untuk penguatan brand awareness terutama bagi agrowisata seperti&#13;
Kampung Krisan. Meski sebagian besar petani telah memiliki akun media sosial&#13;
seperti WhatsApp Facebook, dan Instagram mereka belum memaksimalkan&#13;
Instagram secara profesional. Hal ini menunjukkan kesenjangan antara teknologi&#13;
yang sudah dikenal dan penggunaan strategis untuk pemasaran bisnis. Dengan&#13;
demikian, penelitian ini penting dilakukan untuk memahami bagaimana petani&#13;
dapat mengadopsi Instagram secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat adopsi Instagram. Selain itu,&#13;
juga merumuskan intervensi penyuluhan yang tepat agar petani lebih percaya diri&#13;
dan mampu menggunakan Instagram untuk memperkuat brand Kampung Krisan.&#13;
Penelitian dilaksanakan di Desa Tutur, Kecamatan Tutur, Kabupaten&#13;
Pasuruan pada bulan Februari – Mei 2025. Penelitian ini menggunakan metode&#13;
survei kuantitatif deskriptif. Instrumen utama yang digunakan adalah kuesioner&#13;
yang telah divalidasi melalui uji validitas dan reliabilitas yang mencakup variabel&#13;
karakteristik, literasi digital, aktivitas Instagram, penyuluhan, dan tingkat adopsi&#13;
inovasi. Populasi terbatas pada 30 petani yang sudah memiliki akun Instagram.&#13;
Analisis meliputi uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas,&#13;
heteroskedastisitas), regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel,&#13;
serta evaluasi penyuluhan melalui pre-test dan post-test yang efektif mengukur&#13;
peningkatan pengetahuan, tingkat keterampilan, dan tingkat sikap petani.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani berada dalam&#13;
kategori sedang yaitu sebanyak 63,33%. Mereka masih dalam tahap mencoba dan&#13;
menyesuaikan diri serta lebih lanjut lagi menyatakan bahwa mereka tertarik untuk&#13;
mempelajari Instagram lebih lanjut jika ada pendampingan intensif. Peningkatan&#13;
sebesar 36% menunjukkan bahwa penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan&#13;
teknis Instagram. Sebanyak 24 petani dinyatakan terampil dalam pengelolaan&#13;
akun Instagram bisnis. Skor sikap petani rata-rata &gt;?4 (1–5), menandakan persepsi&#13;
positif, dan mereka telah melalui tahapan awareness–decision–implementation–&#13;
confirmation. Hasil ini menunjukkan intervensi efektif dalam mempercepat adopsi&#13;
dan penggunaan platform digital.</abstract>
    <note type="statement of responsibility" altRepGroup="00">Polbangtan Malang</note>
    <subject>
      <topic>Adopsi inovasi, Instagram, brand awareness</topic>
    </subject>
    <classification authority="ddc">L.310-25008</classification>
    <classification authority="">L.310-25008 DIV a</classification>
    <recordInfo>
      <recordCreationDate encoding="marc">251124</recordCreationDate>
      <recordChangeDate encoding="iso8601">20251124115919</recordChangeDate>
      <recordIdentifier>INLIS000000001492167</recordIdentifier>
      <recordOrigin>Converted from MARCXML to MODS version 3.5 using MARC21slim2MODS3-5.xsl
				(Revision 1.106 2014/12/19)</recordOrigin>
    </recordInfo>
  </mods>
</modsCollection>
