<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000001492167</controlfield>
  <controlfield tag="005">20251124115919</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-1125000058</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">251124                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">L.310-25008</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">L.310-25008 DIV a</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Diva Happy Rizki Ramadani</subfield>
   <subfield code="e">Pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">ANALISIS FAKTOR-FAKTOR ADOPSI INOVASI PETANI TERHADAP PENGGUNAAN INSTAGRAM UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS KAMPUNG KRISAN DI KELOMPOK TANI SIDOREJO IV DESA TUTUR /</subfield>
   <subfield code="c">Polbangtan Malang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">278 hlm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Adopsi inovasi, Instagram, brand awareness</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Bunga krisan (Chrysanthemum spp.) dikenal sebagai bunga hias bernilai&#13;
ekonomi tinggi yang diminati di pasar lokal maupun global. Berdasarkan data&#13;
terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi krisan di Indonesia mengalami&#13;
penurunan sebesar 5,94%, meskipun permintaannya meningkat hingga 25% per&#13;
tahun (Safitri, 2019). Kondisi ini menunjukkan adanya peluang yang cukup besar&#13;
untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran bunga krisan, termasuk&#13;
melalui strategi digital. Di tengah era digital, Instagram muncul sebagai platform&#13;
strategis untuk penguatan brand awareness terutama bagi agrowisata seperti&#13;
Kampung Krisan. Meski sebagian besar petani telah memiliki akun media sosial&#13;
seperti WhatsApp Facebook, dan Instagram mereka belum memaksimalkan&#13;
Instagram secara profesional. Hal ini menunjukkan kesenjangan antara teknologi&#13;
yang sudah dikenal dan penggunaan strategis untuk pemasaran bisnis. Dengan&#13;
demikian, penelitian ini penting dilakukan untuk memahami bagaimana petani&#13;
dapat mengadopsi Instagram secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat adopsi Instagram. Selain itu,&#13;
juga merumuskan intervensi penyuluhan yang tepat agar petani lebih percaya diri&#13;
dan mampu menggunakan Instagram untuk memperkuat brand Kampung Krisan.&#13;
Penelitian dilaksanakan di Desa Tutur, Kecamatan Tutur, Kabupaten&#13;
Pasuruan pada bulan Februari – Mei 2025. Penelitian ini menggunakan metode&#13;
survei kuantitatif deskriptif. Instrumen utama yang digunakan adalah kuesioner&#13;
yang telah divalidasi melalui uji validitas dan reliabilitas yang mencakup variabel&#13;
karakteristik, literasi digital, aktivitas Instagram, penyuluhan, dan tingkat adopsi&#13;
inovasi. Populasi terbatas pada 30 petani yang sudah memiliki akun Instagram.&#13;
Analisis meliputi uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas,&#13;
heteroskedastisitas), regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel,&#13;
serta evaluasi penyuluhan melalui pre-test dan post-test yang efektif mengukur&#13;
peningkatan pengetahuan, tingkat keterampilan, dan tingkat sikap petani.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani berada dalam&#13;
kategori sedang yaitu sebanyak 63,33%. Mereka masih dalam tahap mencoba dan&#13;
menyesuaikan diri serta lebih lanjut lagi menyatakan bahwa mereka tertarik untuk&#13;
mempelajari Instagram lebih lanjut jika ada pendampingan intensif. Peningkatan&#13;
sebesar 36% menunjukkan bahwa penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan&#13;
teknis Instagram. Sebanyak 24 petani dinyatakan terampil dalam pengelolaan&#13;
akun Instagram bisnis. Skor sikap petani rata-rata &gt;?4 (1–5), menandakan persepsi&#13;
positif, dan mereka telah melalui tahapan awareness–decision–implementation–&#13;
confirmation. Hasil ini menunjukkan intervensi efektif dalam mempercepat adopsi&#13;
dan penggunaan platform digital.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">Text</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">Buku Tercetak</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">Hardcopy</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/1981</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Malang :</subfield>
   <subfield code="b">Polbangtan Malang,</subfield>
   <subfield code="c">2025</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">L.310-25008</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
