03178 2200241 4500001002100000005001500021007000300036008003900039035002000078082001600098084002200114100002600136245021600162264003900378300001200417336002100429337002800450338002500478520227800503650006502781856007402846990001602920INLIS00000000149215720251119011632ta251119 | | |  a0010-1125000045 aL.310-25035 aL.310-25035 AHM r0 aAhmad RosiePengarang1 aRANCANGAN PENYULUHAN PENGUATAN KAPABILITAS PETANI HORTIKULTURA DALAM MENGELOLA INFORMASI BERBASIS ARTIFICIAL INTELEGENCE (AI) GROK 3 DI DESA TAWANGARGO KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG /cPolbangtan Malang aMalang :bPolbangtan Malang,c2025 a160 hlm 2rdacontentaText 2rdamediaaBuku Tercetak 2rdacarrieraHardcopy aTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kapabilitas petani hortikultura dalam mengelola informasi berbasis Artificial Intelligence (AI), khususnya menggunakan Grok 3, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kapabilitas tersebut, serta merancang penyuluhan untuk Menguatkan kapabilitas petani dalam mengelola informasi berbasis AI. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025 di Desa Tawangargo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei dan wawancara terstruktur, menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data primer. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS) untuk mengevaluasi pengaruh antara variabel independen (karakteristik petani) dan dependen (kapabilitas petani pengelolaan informasi AI). Metode Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) digunakan untuk memetakan potensi wilayah, kelembagaan petani, dan karakteristik petani, yang menjadi dasar penyusunan rancangan penyuluhan. Evaluasi penyuluhan dilakukan melalui tiga aspek: pengetahuan, sikap, dan keterampilan, dengan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert dan analisis distribusi jawaban untuk menilai efektivitas penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas petani hortikultura di Desa Tawangargo dalam mengelola informasi berbasis AI masih rendah, terutama karena keterbatasan literasi digital, akses internet yang tidak merata, dan kecenderungan menggunakan metode konvensional. Faktor-faktor usia produktif (73% petani dalam kategori usia produktif), tingkat pendidikan (mayoritas SMP), dan kemudahan akses informasi berpengaruh signifikan terhadap kapabilitas petani. Penyuluhan yang dilaksanakan terhadap 30 anggota aktif Poktan Amartani menggunakan metode anjangsana, diskusi, dan praktik langsung dengan media folder dan audio-visual berhasil meningkatkan pengetahuan petani ke kategori tinggi, keterampilan ke kategori terampil, dan sikap positif terhadap penggunaan AI. Rencana tindak lanjut meliputi monitoring berkala untuk memastikan perkembangan keterampilan petani dalam menggunakan AI. Penyuluhan ini terbukti efektif, namun perlu penyesuaian metode dan media dengan karakteristik wilayah untuk kegiatan serupa di kegiatan mendatang. 4aPenyuluhan Pertanian, Kapabilitas Petani, Artificial Grok 3. ahttps://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/1970 aL.310-25035