02393 2200325 4500001002100000005001500021035002000036006001800056007000300074008004100077020002200118040002200140082001100162084001700173090002400190100003700214245009200251264003400343300003000377336002100407337003000428338002300458504003400481650001100515700003500526850001200561999002400573520145300597990001702050INLIS00000000100755120250922023943 a0010-0925000050a gr 00| 0ta250922 g 0 ind  a978-602-250-680-5 aJKPNPNAbinderda a297.51 a297.51 ABD s aCB-D.10 2019-0384640 aAbdul Wahid al-FaizinePengarang1 aSepenggal cerita sejuta makna /cAbdul Wahid al-Faizin ; penyunting, Intan Rainy Legita aJakarta :bGema Insani,c2019 axiv, 362 halaman ;c23 cm 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aBibliografi : halaman 351-357 4aAkhlak0 aIntan Rainy Legitaepenyunting aJKPNPNA aCB-D.10 2019-038464 aSepenggal Cerita Sejuta Makna merupakan buku yang tidak hanya menuturkan rangkaian cerita terpilih, tetapi juga menggali jutaan makna yang tersimpan dalam cerita tersebut. Cerita-cerita dahulu yang meninggalkan jejak kebaikan diulas untuk renungan kita agar lebih baik dan semangat lagi dalam menjalani kehidupan ini. Perenungan yang begitu menyentil hati dari berbagai cerita salafush shalih. Melalui Sepenggal Cerita Sejuta Makna, semoga menjadi salah satu jalan untuk kita sama-sama menyiapkan bekal selama perjalanan di dunia ini agar dapat kembali ke kampung akhirat dengan oleh-oleh yang membuat Allah Azza wa Jalla meridhai kita masuk ke surga-Nya. “Buku ini dapat menjadi rujukan utama bagi siapa pun yang ingin berhijrah dalam Islam secara kaffah karena cerita merupakan sarana paling efektif untuk memotivasi tanpa menggurui. Cerita yang dituturkan bersumber dari tafsir ayat dan takhrij hadits–cocok sebagai referensi ilmiah bagi para pelajar, mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum.” –Murniati Mukhlisin, Rektor Institut Agama Islam Tazkia dan penulis buku Sakinah Finance. “Cerita yang terjadi pada masa lalu dapat menjadi pelajaran berharga untuk masa kini. Buku ini mengungkap cerita-cerita dari sumber valid yang mengandung banyak petikan hikmah di dalamnya sehingga layak menjadi bacaan ringan dalam keadaan santai.” –M. Cholil Nafis, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat dan pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah. a2025/HD/0342