03713 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059082001600098084002600114100003400140245017300174300001200347650010800359520283400467336002103301337002803322338002503350856004103375264003903416990001603455INLIS00000000143451720250424033356 a0010-0425000110ta250424 | | |  aL.310-24175 aRES L.310-24175 PUT p0 aPUTRI SALWA NABILAePengarang1 aPENERAPAN GOOD BREEDING PRACTICES (GBP) DAN ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PADA BUDIDAYA DOMBA DI PETERNAKAN RAKYAT KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU /cPolbangtan Malang a153 hlm 4aAGRINAK, Good Breeding Practices, R/C Ratio, B/C Ratio, Payback Period, peternakan rakyat, ternak domba aDalam peningkatan populasi ternak domba di wilayah Kota Batu ini belum optimal dalam hal manajemen budidaya pembibitan sehingga harus didukung oleh penerapan Good Breeding Practices (GBP). Permentan Nomor 102 Tahun 2014 dikeluarkan sebagai pedoman Good Breeding Practices kambing dan domba sebagai dasar melakukan pembibitan kambing dan domba yang baik dengan tujuan agar diperoleh bibit yang memenuhi standar sehingga meningkatkan mutu daging dan produktivitas ternak domba. Usaha budidaya ternak yang berhasil tidak hanya diukur dari aspek teknis pembibitan namun juga tata kelola keuangan melalui analisis kelayakan finansial usaha yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan dan hubungan antara good breeding practices dan analisis kelayakan finansial usaha pada peternakan domba serta menyusun business plan. Dilaksanakan pada bulan Mei 2024 di peternakan rakyat Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Sampel yang dipilih adalah desa dengan populasi ternak domba terbanyak yaitu Desa Bulukerto, Giripurno, dan Pandanrejo. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei deksriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Proportional Random Sampling dengan kriteria responden yakni memiliki skala kepemilikan usaha kurang dari 15 ekor sebanyak 16 orang, 15 – 99 ekor sebanyak 15 orang, dan lebih dari 99 ekor sebanyak 1 orang dengan total sampel 32 orang peternak. Penelitian ini bersumber informasi primer dan sekunder. Instrumen penelitian GBP yang dipakai diuji dengan Expert Judgement. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Metode penilaian aspek GBP yang diamati ada 6 aspek, penilaian berdasarkan skala penilaian 1-5 dengan kategori sangat buruk – sangat baik. Metode analisis kelayakan usaha yakni menggunakan R/C Ratio, B/C Ratio, dan Payback Period. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan good breeding practices yang dinilai dari 32 orang peternak diperoleh rata-rata yakni 2.9 dengan kategori cukup. Kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori peternak. Kategori baik memiliki nilai rata-rata 3.5.Kategori sedang memiliki nilai rata-rata 3.2. Kategori buruk memiliki nilai rata-rata 2.3. Usaha budidaya domba di peternakan rakyat Kecamatan Bumiaji Kota Batu layak dilanjutkan karena indikator R/C Ratio lebih dari 1, B/C Ratio kurang dari 0, dan payback period kembali dalam waktu kurang dari 1 tahun. Penerapan Good Breeding Practices yang dilaksanakan dengan baik dapat mempengaruhi produktivitas ternak dan kelayakan finansial suatu usaha. Hasil implementasi penelitian berupa business plan dengan membangun usaha peternakan khususnya pembibitan domba dengan nama Sal Farm yang memiliki skala usaha 24 ekor yang berlokasi di Kabupaten Mojokerto. 2rdacontentaText 2rdamediaaBuku Tercetak 2rdacarrieraHardcopy aPerpustakaan Pusat Polbangtan Malang aMalang :bPolbangtan Malang,c2024 aL.310-24175