<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000001434417</controlfield>
  <controlfield tag="005">20250401113133</controlfield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">250401                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0425000002</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">L.310-24068</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">RES L.310-24068 AMM r</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">AMMAR MUHAMAD TSAQIB</subfield>
   <subfield code="e">Pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">RESPON MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM PENYULUHAN BIOKONVERSI LIMBAH ORGANIK   MELALUI BUDIDAYA MAGGOT BSF DI RUMAH MAGGOT  DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI /</subfield>
   <subfield code="c">Polbangtan Malang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Malang :</subfield>
   <subfield code="b">Polbangtan Malang,</subfield>
   <subfield code="c">2024</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">156 hlm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">Text</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">Buku Tercetak</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">Hardcopy</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Limbah organik merupakan permasalahan yang cukup banyak ditemui &#13;
salah satunya di Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Pengelolaan&#13;
yang kurang menimbulkan permasalahan seperti: timbulan sampah menumpuk,&#13;
lingkungan tidak sehat, dan menghasilkan emisi  gas  rumah kaca, sehingga&#13;
dapat dilakukan penyuluhan biokonversi limbah organik melalui budidaya&#13;
maggot. Respon masyarakat terhadap konsep biokonversi menjadi hal menarik&#13;
untuk di investigasi, karena akan dilakukan program penyuluhan untuk dapat&#13;
merespon positif dengan adanya inovasi tersebut. Penelitian bertujuan untuk&#13;
merumuskan rancangan penyuluhan dan hasil implementasi penyuluhan,&#13;
mengetahui respon (pengetahuan dan sikap) masyarakat, serta menganalisis&#13;
faktor apa saja yang mempengaruhi respon masyarakat terhadap program&#13;
penyuluhan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mulyo Tani Desa Pelem.&#13;
Rancangan penyuluhan meliputi: penetapan sasaran, tujuan, materi, metode,&#13;
dan media penyuluhan. Hasil evaluasi yang diukur dalam penyuluhan adalah&#13;
pengetahuan dan sikap sasaran terhadap kegiatan penyuluhan budidaya maggot&#13;
dan implementasi hasil pengembangan rumah maggot selama satu bulan. &#13;
&#13;
Metode penelitian menggunakan survei terhadap data primer dan data &#13;
sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskiptif dan&#13;
analisis regresi linear berganda dengan variabel independen meliputi: umur (X1),&#13;
tingkat pendidikan (X2), karakteristik inovasi (X3), dan peran penyuluh (X4)&#13;
terhadap respon masyarakat (Y). Penentuan sampel menggunakan teknik Equal&#13;
Allocation Stratified Sampling, sebanyak 40 orang yang terdiri atas 20 orang&#13;
anggota KWT dan 20 orang Non-KWT (masyarakat disekitar Rumah Maggot&#13;
Mulyo Tani). &#13;
&#13;
Hasil penelitian yaitu rancangan dan pelaksanaan penyuluhan kepada &#13;
masyarakat dengan tujuan mengetahui respon masyarakat dalam program&#13;
penyuluhan dengan sistem biokonversi limbah organik melalui budidaya maggot.&#13;
Materi menggunakan biokonversi limbah organik melalui budidaya maggot.&#13;
Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Media penyuluhan yang&#13;
digunakan yaitu folder dan power point. Pengetahuan berdasarkan mayoritas&#13;
masyarakat dalam program penyuluhan biokonversi yaitu pada kategori “Tinggi”&#13;
dengan presentase nilai 50%. Sikap berdasarkan mayoritas masyarakat dalam&#13;
prorgam penyuluhan biokonversi yaitu pada kategori “Sangat Tinggi” dengan&#13;
presentase nilai 62,5 %. Dampak hasil penyuluhan menghasilkan maggot BSF&#13;
selama 3 periode dalam 1 bulan sebesar 60 kg fresh maggot BSF. Secara&#13;
simultan variabel umur, tingkat pendidikan, karakteristik inovasi, dan peran&#13;
penyuluh secara bersama-sama berpengaruh terhadap respon masyarakat&#13;
dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Secara parsial variabel umur, tingkat&#13;
pendidikan, dan peran penyuluh berpengaruh terhadap respon masyarakat.&#13;
Sedangkan variabel karakteristik inovasi tidak berpengaruh terhadap respon&#13;
masyarakat dengan nilai signifikansi sebesar 0,680.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">PPKH, Biokonversi, respon, maggot, pengaruh, penyuluhan</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Perpustakaan Pusat Polbangtan Malang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">L.310-24068</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
