<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000001434329</controlfield>
  <controlfield tag="005">20250227103341</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0225000120</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">250227                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">L.310-24001</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">RES L.310-24001 AID r</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">AIDA PUTRI FARASIFA LUTFIAH</subfield>
   <subfield code="e">Pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">RANCANGAN PENYULUHAN PEMANFAATAN AGENS HAYATI BEAUVERIA BASSIANA SEBAGAI PENGENDALI HAMA PENGGEREK BUAH KOPI DI DESA NGRAYUDAN KECAMATAN JOGOROGO KABUPATEN NGAWI /</subfield>
   <subfield code="c">Polbangtan Malang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">179 hlm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">PPB, Beauveria bassiana, Penggerek Buah Kopi, Perubahan Perilaku</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Kecamatan Jogorogo memiliki desa penghasil kopi terbesar yaitu Desa&#13;
Ngrayudan dengan perkembangan budidaya tanaman kopi pada bulan Agustus&#13;
2023 terdapat hasil provitas kopi yaitu 54,91 kg per ha dengan total produksi&#13;
1,80 ha. Hasil produktivitas ini dapat mengalami penurunan akibat berbagai&#13;
faktor yang menjadi permasalahan dalam budidaya tanaman kopi. Rendahnya&#13;
mutu hasil dapat diakibatkan dari perkembangan hama yang ada pada tanaman.&#13;
Hama yang dikenal penting dan menjadi penyebab kerusakan pada buah yaitu&#13;
hama Penggerek Buah Kopi (PBKO). Kementrian Pertanian telah menghasilkan&#13;
berbagai inovasi salah satunya adalah teknologi pemberdayaan agens hayati&#13;
(Friska et al., 2022). Penggunaan agens hayati beauveria bassiana ini menjadi&#13;
salah satu alternatif pengendalian biologis untuk menghindari penggunaan&#13;
dampak negatif pestisida kimia yang digunakan petani untuk mengatasi&#13;
permasalahan hama.&#13;
Tujuan dari penelitian ini untuk merancang desain penyuluhan dan&#13;
perubahan perilaku petani terkait pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Metode&#13;
penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitiatif dengan menggunakan&#13;
metode action research level III yang terdapat empat tahapan dalam kegiatan&#13;
penyuluhan antara lain perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.&#13;
Penentuan responden menggunakan purposive sampling sebanyak 24 orang.&#13;
Berdasarkan observasi dan interview dengan responden setelah dilakukan&#13;
penyuluhan menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan. Didukung dengan&#13;
adanya data kuantitatif sederhana hasil evaluasi penyuluhan yang menunjukkan&#13;
adanya peningkatan pengetahuan, tingkat sikap dan keterampilan. Kesimpulan&#13;
dari penelitian ini menunjukkan adanya penyuluhan yang efektif dalam&#13;
meningkatkan perubahan perilaku di Kelompok Tani dalam pembuatan agens&#13;
hayati sebagai pengendali hama penggerek buah kop</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">Text</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">Buku Tercetak</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">Hardcopy</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Perpustakaan Pusat Polbangtan Malang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Malang :</subfield>
   <subfield code="b">Polbangtan Malang,</subfield>
   <subfield code="c">2024</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">L.310-2400001</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
