<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000001434268</controlfield>
  <controlfield tag="005">20250207090758</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0225000022</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="001">INLIS000000001434268</controlfield>
  <controlfield tag="005">20250206040602</controlfield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">250207                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">L.307 - 2300001</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">L.307 - 2300001 BUD p</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Budianto</subfield>
   <subfield code="e">Pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK DAN PUPUK HAYATI PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Alium ascalonicum L) DI LAHAN MARGINAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN /</subfield>
   <subfield code="c">Polbangtan Malang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">43 hlm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Pupuk organik, pupuk hayati, bawang merah</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Lisa Navitasari</subfield>
   <subfield code="e">Pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Bawang merah (Alium ascalonicum L) merupkan salah satu produk&#13;
hortikultura unggulan di Indonesia dan sudah sejak lama diusahakan petani.&#13;
Pemanfaatan bawang merah terutama sebagai bumbu masakan dan obat&#13;
tradisional yang tidak tergantikan dengan bahan lain sehingga permintaan akan&#13;
bawang merah terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.&#13;
Namun demikian bawang merah terus menurun, Salah satu factor menurunnya&#13;
produktifitas adalah adanya degradasi lahan yang disebabkan oleh penggunaan&#13;
bahan kimia yang teruss-menerus dan semakin meningkat setiap tahunnya. Salah&#13;
satualternatif penerapan budidaya tanaman bawang merah dengan penggunaan&#13;
pupuk organik. Dan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan&#13;
pupuk organik dan pupuk hayati pada bawang merah meningkatkan pertumbuhan&#13;
dan produksi tanaman serta serangan hama utama pada tanaman bawang merah&#13;
(Spodoptera exigua). Hasil penelitian menunjukkan Penggunaan pupuk organik&#13;
dengan berbagai dosis dan pupuk hayati menunjukkan pengaruh yang sama dengan&#13;
penggunaan pupuk kimia dosis 100% di pertumbuhan tanaman dan produksi&#13;
tanaman bawang merah. Namun penggunaan pupuk organik dengan dosis 30 ton/ha&#13;
dan pupuk hayati 6 cc/tanaman menunjukkan produksi di berat umbi dengan hasil&#13;
tertinggi. Penggunaan pupuk organik dengan berbagai dosis dan pupuk hayati&#13;
menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata dengan penggunaan pupuk kimia dosis&#13;
100% terhadap tingkat serangan S. exigua. Persentase serangan S. exigua pada&#13;
perlakuan pupuk organik berbagai dosis dan pupuk ayati menunjukkan tingkat&#13;
serangan yang lebih rendah dibandingkan penggunaan pupuk kimia dosis 100%.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">Text</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">file</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">Soft Copy</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Perpustakaan Pusat Polbangtan Malang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Malang :</subfield>
   <subfield code="b">Polbangtan Malang,</subfield>
   <subfield code="c">2023</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">L.307 - 2300001</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
