<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000001434265</controlfield>
  <controlfield tag="005">20250207091626</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0225000015</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="001">INLIS000000001434265</controlfield>
  <controlfield tag="005">20250206025328</controlfield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">250207                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">L.307-2400001</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">L.307-2400001 ABD p</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Abdul Farid</subfield>
   <subfield code="e">Pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Persepsi petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pada penggunaan multimedia penyuluhan digital di smartphone /</subfield>
   <subfield code="c">Polbangtan Malang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">152 hlm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Aplikasi Media Penyuluhan, Digitalisasi Penyuluhan Pertanian, Media Penyuluhan Kolaborasi, Ponsel Pintar, Smartphone Android</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Yudi Rustandi</subfield>
   <subfield code="e">Pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Penyuluhan pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di&#13;
lapangan saat ini belum menggunakan media penyuluhan berbasis digital. Media&#13;
penyuluhan yang selama ini digunakan dan menjadi andalan penyuluh dan petani&#13;
dalam bertukar informasi sudah seharusnya perlu dikembangkan dan diperluas&#13;
mengikuti era digitalisasi dan smartphone. Digitalisasi media penyuluhan akan&#13;
dirancang dan dibuat menggunkan metode ADDIE.&#13;
Penelitian ini bertujuan: 1) Melakukan analisis kebutuhan pengembangan&#13;
digitalisasi media penyuluhan pada penggunaan multimedia penyuluhan di&#13;
smartphone, 2) Melakukan pengembangan digitalisasi media penyuluhan pada&#13;
penggunaan multimedia penyuluhan di smartphone melalui metode ADDIE, 3)&#13;
Menganalisis faktor apa saja sebagai pendorong dan penghambat yang mempengaruhi&#13;
digitalisasi media penyuluhan dan penggunaan multimedia penyuluhan di smartphone,&#13;
4) Mengevaluasi persepsi petani dan penyuluh (PPL) pada penggunaan multimedia&#13;
penyuluhan di smartphone.&#13;
Motode penelitian evaluasi pada dasarnya merupakan bagian dari penelitian&#13;
terapan dan menjelaskan adanya kegiatan penelitian yang sifatnya mengevaluasi&#13;
terhadap sesuatu objek. Objek penelitian evaluasi terdiri dari pengetahuan, persepsi,&#13;
dan aplikasi media digital dan multimedia smartphone, sedangkan subjek evaluasi&#13;
adalah petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Populasi penelitian meliputi&#13;
keseluruhan petani yang termasuk anggota Kelompoktani dan PPL di Balai&#13;
Penyuluhan Pertanian (BPP) di lima Kabupaten berikut: Bondowoso, Lumajang,&#13;
Pasuruan, Blitar, dan Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Sampel diambil&#13;
menggunakan metode Area and Clustered Sampling terhadap populasi, sehingga&#13;
ditetapkan sebanyak 100 orang dari lima kabupaten. Model pengembangan media&#13;
penyuluhan pertanian adalah Model ADDIE yang tepat untuk pengembangan dan&#13;
penerapan media pembelajaran berbasis teknologi informasi, tahapan-tahapannya&#13;
sebagai berikut: 1) Need Assesment, 2) Tahap Analyze, 3) Tahap Design, 4) Tahap&#13;
Development, dilakukan dengan proses pembuatan media, melakukan validasi media,&#13;
dan revisi media, 5) Tahap Implementation, dan 6) Tahap Evaluation. Model evaluasi&#13;
penelitian yang akan diterapakan untuk menganalisis dan memahami faktor-faktor&#13;
yang mempengaruhi diterimanya penggunaan teknologi informasi, adalah Teori&#13;
Technology Acceptance Model (TAM), model Acceptance Model Technology (TAM),&#13;
Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), Diffusion of&#13;
Innovations, Instructional Media, dan Implementation Approach. Data terkumpul dan&#13;
direkap selanjutnya akan dianalsis menggunakan analisis: deskriptif tabulasi frequensi,&#13;
deskriptif Cross tab dan analisis regresi multivariat (multivariate regression analysis).&#13;
Penelitian menunjukkan bahwa pengembangan aplikasi penyuluhan&#13;
multimedia untuk ponsel pintar Android di sektor pertanian sangat penting untuk&#13;
meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara penyuluh pertanian dan petani.&#13;
Aplikasi-aplikasi ini bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran informasi, inovasi dan&#13;
ide bisnis yang dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan. Perangkat pintar&#13;
seperti smartphone dapat menjembatani kesenjangan antara petani dan penyuluh.&#13;
Aplikasi-aplikasi ini dirancang dengan tampilan yang mudah digunakan, berbagai&#13;
jenis media, fitur interaktif, dan kompatibilitas dengan smartphone Android untuk memfasilitasi kolaborasi dan berbagi informasi secara efektif. Aplikasi-aplikasi ini&#13;
diharapkan dapat memberikan kinerja dan efektivitas yang baik melalui proses&#13;
penelitian, desain, pengembangan, pengujian, evaluasi, dan perencanaan yang ketat.&#13;
Namun, ada beberapa hambatan dalam mengadopsi aplikasi-aplikasi ini, termasuk&#13;
tingkat pendidikan, literasi digital, keterbatasan infrastruktur, kurangnya pelatihan,&#13;
resistensi terhadap perubahan, dan biaya. Memahami dan mengatasi faktor-faktor ini&#13;
sangat penting untuk mempromosikan aplikasi multimedia pada ponsel pintar Android&#13;
di bidang pertanian. Mengatasi hambatan-hambatan ini dan memanfaatkan aspekaspek positifnya dapat meningkatkan adopsi dan kepuasan pengguna, meningkatkan&#13;
produktivitas dan kesejahteraan petani. Analisis regresi telah menunjukkan hubungan&#13;
positif antara penerimaan teknologi multimedia untuk penyuluhan pertanian melalui&#13;
ponsel pintar Android dan berbagai faktor seperti persepsi model penerimaan&#13;
teknologi, difusi inovasi, media instruksional, dan pendekatan implementasi dalam&#13;
konteks penyuluhan pertanian. Penggunaan teknologi multimedia dalam penyuluhan&#13;
pertanian dapat meningkatkan kepuasan petani dan penyuluh. Aplikasi berbasis&#13;
Android harus memiliki konten yang berkualitas baik, mudah digunakan, dan mudah&#13;
diakses. Pelatihan dan evaluasi literasi digital secara berkala sangat penting, dan&#13;
penelitian lebih lanjut diperlukan untuk adopsi teknologi dalam penyuluhan pertanian.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">Text</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">file</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">Soft Copy</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Perpustakaan Pusat Polbangtan Malang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Malang :</subfield>
   <subfield code="b">Polbangtan Malang,</subfield>
   <subfield code="c">2024</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">L.307-2400001</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
