03314 2200229 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059082001600098084002200114100003500136245013500171300001200306520254900318600008802867336002102955337002802976338002503004264003903029990001603068INLIS00000000134440120240712014601 a0010-0724000270ta240712 | | |  aL.310-20021 aL.310-20021 KA p0 aKA JANUAR ANGGRAENIePengarang1 aPENGARUH DINAMIKA KELOMPOK DAN MODAL SOSIAL TERHADAP KEBERLANJUTAN PROGRAM BANK SAMPAH DI KABUPATEN BONDOWOSO /cPolbangtan Malang a151 Hlm aPengaruh Dinamika Kelompok Dan Modal Sosial Terhadap Keberlanjutan Program Bank Sampah Di Kabupaten Bondowoso. IKA JANUAR ANGGRAENI. Tahun 2020. Dibimbing Oleh HAMYANA SST, M.Si dan MUHAMMAD SAIKHU, SP, M.Agr. Bondowoso merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang memberikan sumbangsih cukup besar terhadap total volume sampah nasional dengan total sampah yang dihasilkan mencapai 470 ton perharinya. Sampah tersebut 90% berasal dari daerah diluar pusat kabupaten, dan sisanya yaitu 47 ton dihasilkan dari aktivitas masyarakat didaerah pusat kabupaten. Berdasarkan data yang diperoleh dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, rata-rata sumber sampah berasal dari kegiatan rumah tangga dan pasar tradisional. Dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut, maka pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Bondowoso berupaya membentuk bank sampah dengan harapan dapat mengajak masyarakat untuk berpartisipasi memilah sampah dari sumbernya sehingga tidak ada lagi sampah yang masuk ke TPA atau minimal dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dinamika kelompok dan modal sosial terhadap keberlanjutan program bank sampah di Kabupaten Bondowoso serta menyusun rancangan penyuluhan yang tepat untuk mewujudkan bank sampah yang berkelanjutan. Metode pengambilan data menggunakan kuisioner dan wawancara yang dikumpulkan dari 69 responden penelitian. Data dianalisis menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan uji regresi linier berganda. Perancangan penyuluhan menggunakan teknik SWOT. Evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara dinamika kelompok terhadap keberlanjutan program bank sampah dengan koefisien regresi sebesar 0,003. Sedangkan modal sosial juga memiliki pengaruh signifikan terhadap keberlanjutan program bank sampah dengan koefisien regresi sebesar 0,000. Tujuan Penyuluhan yakni untuk menyadarkan masyarakat Bondowoso mengenai pentingnya kelestarian lingkungan. Materi penyuluhan yang ditetapkan yaitu dampak negatif sampah, sistem pengelolaan sampah kota berbasis bank sampah, pengenalan salah satu bank sampah yang ada di Kabupaten Bondowoso. Metode penyuluhan yang digunakan adalah metode tidak langsung menggunakan media YouTube. Hasil dari evaluasi proses penyuluhan menunjukkan bahwa penyuluhan yang dirancang belum sepenuhnya efektif dalam penyebaran video yang dibuat. 4aPPB, Dinamika Kelompok, Modal Sosial, Keberlanjutan Program Bank Sampah, Penyuluhan 2rdacontentaText 2rdamediaaBuku Tercetak 2rdacarrieraHardcopy aMalang :bPolbangtan Malang,c2023 aL.310-20021