02651 2200217 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059082001400098084002000112100001900132245018800151260003900339650006800378700002700446700001700473520188300490856004102373990001902414INLIS00000000001672820230115124748 a0010-0123000031ta230115 | | |  aRES 22004 aRES 22004 NIR p1 aNirrohim Alfin1 aPenyuluhan otomatisasi sistem irigasi curah pada tanaman selada (Lactuca Sativa) di kelompok wanita tani Winong Asri desa Winong Kec. Kedungwaru Kab. Tulungagung /cPolbangtan Malang aMalang :bPolbangtan Malang,c2022 4aPenyuluhan Otomatisasi Sistem Irigasi Curah pada Tanaman Selada1 aPurwanti Eny Wahyuning1 aDespita Rika aKeberadaan air sangat dibutuhkan oleh tanaman sebagai pelarut dan penyalur unsur hara dari akar menuju ke bagian atas tanaman. Salah satu inovasi dalam kemajuan teknologi irigasi yang dapat digunakan yaitu dengan pengairan menggunakan metode sistem irigasi curah (Sprinkle Irrigation). Menyalurkan air menuju ke tanaman setiap harinya dengan memancarkan air untuk mengairi tanaman dalam bentuk pancaran. Seiring perkembangan teknologi saat ini mulai adanya sistem pengairan yang bisa dilakukan secara otomatis. Bertujuan agar tercapainya efisiensi dan efektivitas pengairan. Alternatif solusi yang digunakan dengan menggunakan alat Automatic Irigasi Timer yang dapat mengontrol pemberian air dengan mengatur waktu, jadwal nyala dan matinya keran air secara otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat perbandingan antara sistem pengairan curah otomatis dengan alat (Automatic Irigasi Timer) dan dengan pengairan manual. Dengan demikian dapat mengefisiensi waktu, tenaga dan dapat meminimalisir penggunaan air dengan mengatur durasi waktu penyiraman. Penelitian ini menggunakan metode Uji T tidak berpasangan dengan taraf nyata 95% terdiri dari: P0 = Perlakuan Penyiraman Secara Manual dan P1= Perlakuan Penyiraman Secara Otomatis dengan Digital Automatic Irigasi Timer. Parameter yang diamati terdiri tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), bobot segar tanaman (gram) dan bobot akar tanaman (gram). Hasil penelitian menunjukan Penggunaan alat Digital Automatic Irigasi Timer dapat meningkatkan produksi tanaman selada dengan parameter Tinggi Tanaman yang beda nyata dengan peningkatan 12,2% dari 21,6 cm ke 24,6 cm dan jumlah daun dengan peningkatan 12,5% dari 7 helai ke 8 helai, parameter Bobot Segar dari 2.320 gram rata-rata 54 gram ke 3.500 gram rata-rata 88 gram per tanaman dan parameter Bobot Akar dari146 gram rata-rata 3,65 gram ke 148 gram rata-rata 3,7 gram. aPerpustakaan Pusat Polbangtan Malang aL.311/22004/HD