Cite This        Tampung        Export Record
Judul Teknologi Budidaya Kakao / Firdausil A. B.
Pengarang A. B., Firdausil
Yani, Alvi
Penerbitan Bogor : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 2008
Deskripsi Fisik iii, 26 p.: ill.; 15 cm
ISBN 978-979-1415-34-7
Subjek TEKNOLOGI
BUDIDAYA
KAKAO
Abstrak Kakao (Theobroma cacao) merupakan salah satu tanaman perkebunan. Kakao dapat mulai berproduksi pada umur 18 bulan (1,5 tahun), dan dapat menghasilkan biji kakao yang selanjutnya bisa diproses menjadi bubuk coklat. Pertanaman kakao umumnya merupakan perkebunan rakyat. Produktivitas rata-rata tanaman kakao di Lampung masih rendah sebesar 588,79 kg/ha dan mutu produk yang dihasilkan belum memenuhi standar ekspor. Apabila petani mau menerapkan teknologi budidaya secara benar produktivitas tanaman kakao bisa mencapai 1,5-3 ton/ha. Secara teknis, rendahnya produktivitas dan mutu kakao disebabkan beberapa hal, diantaranya: benih yang digunakan beragam dan lokal, pemeliharaan dilakukan seadanya dan belum dilakukan fermentasi sebagai faktor penentu mutu kakao.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
69KPBV2021 582.798/AB/t Baca di tempat Perpustakaan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Veteriner - Kebun Percobaan Cimanglid Bogor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000018011
005 20220110095509
007 ta
008 220110################|##########|#|##
020 # # $a 978-979-1415-34-7
035 # # $a 0010-1221000065
082 # # $a 582.798/AB/t
084 # # $a 582.798/AB/t
100 1 # $a A. B., Firdausil
245 1 # $a Teknologi Budidaya Kakao /$c Firdausil A. B.
260 # # $a Bogor :$b Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian,$c 2008
300 # # $a iii, 26 p.: ill.; 15 cm
520 # # $a Kakao (Theobroma cacao) merupakan salah satu tanaman perkebunan. Kakao dapat mulai berproduksi pada umur 18 bulan (1,5 tahun), dan dapat menghasilkan biji kakao yang selanjutnya bisa diproses menjadi bubuk coklat. Pertanaman kakao umumnya merupakan perkebunan rakyat. Produktivitas rata-rata tanaman kakao di Lampung masih rendah sebesar 588,79 kg/ha dan mutu produk yang dihasilkan belum memenuhi standar ekspor. Apabila petani mau menerapkan teknologi budidaya secara benar produktivitas tanaman kakao bisa mencapai 1,5-3 ton/ha. Secara teknis, rendahnya produktivitas dan mutu kakao disebabkan beberapa hal, diantaranya: benih yang digunakan beragam dan lokal, pemeliharaan dilakukan seadanya dan belum dilakukan fermentasi sebagai faktor penentu mutu kakao.
650 # 4 $a BUDIDAYA
650 # 4 $a KAKAO
650 # 4 $a TEKNOLOGI
700 1 # $a Yani, Alvi
990 # # $a 69/KPBV/2021
Content Unduh katalog