02080 2200361 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059020002200098100001200120245009600132260003300228300004800261500004500309700001800354700001500372700002100387082002000408650000900428650002200437650001800459650001800477650001600495650002900511650003400540650001000574650001200584650002700596084002600623520105100649990001801700INLIS00000000001960320260330112849 a0010-0326000008ta260330 | | |  a978-981-97-9156-91 aQu, Xue1 aHarvest Loss in China :bRice, Mechanization, and the Moral Hazard of Outsourcing /cXue Qu aSingapore :bSpringer,c2025 aComputer Data (1 File: 2,57 MB) CD No. 1828 aDisplay Buku dan Media Massa No. 3; 20261 aKojima, Daizo1 aWu, Laping1 aAndo, Mitsuyoshi ae.633.18:631.55 4aRICE 4aHARVESTING LOSSES 4aFOOD SECURITY 4aMECHANIZATION 4aCONTRACTING 4aAGRICULTURAL DEVELOPMENT 4aSUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS 4aCHINA 4aFARMERS 4aPOSTHARVEST TECHNOLOGY ae.633.18:631.55/QU,/h aBuku ini memberikan kajian kritis tentang ketahanan pangan dengan berfokus pada kerugian pasca panen pada padi, tanaman pokok yang dianggap "benar-benar aman" oleh kebijakan Tiongkok. Buku ini menyelidiki pergeseran cepat menuju panen mekanis di Tiongkok, di mana petani semakin bergantung pada jasa alih daya. Melalui lensa teori prinsipal-agen, buku ini mengidentifikasi tantangan utama: potensi risiko moral, di mana penyedia jasa mungkin tidak melakukan ketelitian yang sama seperti petani itu sendiri, sehingga secara tidak sengaja meningkatkan kerugian panen. Dengan menggunakan data survei petani nasional, buku ini secara empiris menunjukkan dampak negatif ini dan menawarkan saran kebijakan berbasis bukti untuk mengurangi kerugian pangan. Karya yang tepat waktu ini sangat penting bagi peneliti ilmu sosial, pembuat kebijakan, dan cendekiawan yang berfokus pada ketahanan pangan, tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), dan pembangunan pertanian di Tiongkok dan negara berkembang lainnya yang mengalami peningkatan alih daya pertanian. a48/BRMPV/2026