<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000019319</controlfield>
  <controlfield tag="005">20250310013458</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0225000005</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">250310                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ARTVET2499</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ARTVET2499 FIT o</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Fitrine Ekawasti</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Optimization of Sybr Green Quantitative Real Time Polymerase Chain Reaction (qPCR) using Excreted-Secreted Antigens (ESAs) Genetik Marker for Detection Toxoplasma gondii /</subfield>
   <subfield code="c">Fitrine Ekawasti</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Vol. 42. No. 1. April 2024, Hal. 1-13</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Indonesia :</subfield>
   <subfield code="b">Faculty of Veterinary Medicine of Universitas Gadjah Mada,</subfield>
   <subfield code="c">February 23, 2024</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">13 :</subfield>
   <subfield code="b">ill</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">ANTIGEN EKSKRETORIS-SEKRETORIK</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">DETEKSI MOLEKULER</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">TOKSOPLASMOSIS</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Agus Winarsongko</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Farlin Nepho</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Eko Setyo Purwanto</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Didik Tulus Subekti</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Harimurti Nuradji</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">NLP Indi Dharmayanti</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">, Riza Zainuddin Ahmad</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Siti Sa’diah</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Umi Cahyaningsih</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Raden Wisnu Nurcahyo</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Toxoplasma gondii merupakan parasit obligat intraseluler yang menyebabkan toksoplasmosis pada hampir semua hewan berdarah panas dan manusia di seluruh dunia. Toksoplasmosis adalah penyakit zoonosis yang menjadi perhatian kesehatan masyarakat yang serius. Invasi sel inang oleh takizoit T. gondii memiliki proses yang melibatkan sekresi berurutan dari Excreted-Secreted Antigens (ESAs). T. gondi ESA dapat menjadi kandidat yang berharga untuk diagnosis toksoplasmosis. Teknik deteksi T. gondii yang lebih akurat akhir-akhir ini dikembangkan metode bioteknologi yang saat ini digunakan, yaitu Quantitative Real Time Polymerase Chain Reaction (qPCR), dan konvensional. qPCR lebih banyak digunakan karena lebih sensitif dan spesifik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan Sybr Green qPCR pada gen wilayah berbeda berdasarkan ESAs, antigen permukaan tachyzoite dan antigen bradyzoite, kemudian mengadaptasi program PCR konvensional ke PCR real-time untuk mendeteksi Toxoplasma gondii. Optimasi diperlukan untuk mendapatkan kondisi PCR yang optimal sehingga mendapatkan hasil yang terbaik. Strain T. gondii RH berasal dari nitrogen cair dan DNA yang diekstraksi dengan DNAzol. Penanda genetik yang digunakan adalah GRA1#1, GRA1#2, GRA7#1, GRA7#2, ROP1, MIC3, SAG1 dan BAG1. Hasil optimasi beberapa gen primer dapat beradaptasi dan digunakan secara optimal pada qPCR dengan menggunakan program siklus secara bersamaan dalam satu kali proses. Secara keseluruhan, qPCR untuk mendeteksi DNA T. gondii menunjukkan kesesuaian yang sangat baik dengan PCR konvensional. qPCR dengan analisis kurva leleh cepat dan sederhana sehingga memudahkan analisis throughput tinggi untuk mendeteksi T. gondii. Kondisi optimal yang diperoleh dari hasil optimasi dapat memudahkan penelitian lebih lanjut untuk mendeteksi T. gondii.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">DOI: 10.22146/jsv.90867</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ARTVET2499</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
