<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000019153</controlfield>
  <controlfield tag="005">20250204112834</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0924000232</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">250204                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ARTVET2453</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ARTVET2453</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Yulvian Sani</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">1.4 . KONDISI KESEHATAN DAN PRODUKTIVITAS SAPI PERAH PASCA ERUPSI GUNUNG MERAPI DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAN JAWA TENGAH /</subfield>
   <subfield code="c">Yulvian Sani</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Balai Besar Penelitian Veteriner,</subfield>
   <subfield code="c">2013</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">30</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">KESEHATAN DAN PRODUKTIVITAS</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Indraningsih</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">M. lndro Cahyono</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Letusan Gunung Merapi pada bulan Nopember 2010 menimbulkan&#13;
kerusakan lingkungan dan korban balk pada manusia maupun ternak di&#13;
propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Bencana letusan&#13;
Gunung Merapi telah menimbulkan kerugian yang cukup signifikan akibat&#13;
kematian ternak dalam jumlah besar, luka bakar, kelaparan, munculnya&#13;
penyakit hewan dan penurunan produksi secara drastis. Pada evaluasi awal&#13;
pasca bencana letusan Gunung Merapi dilaporkan bahwa sebanyak 1.962&#13;
ekor sapi mengalami kematian di tempat saat erupsi dan 36 ekor sesampainya&#13;
di lokasi penampungan sementara. Selanjutnya pada letusan kedua angka&#13;
kematian sapi menjadi meningkat menjadi kelainan pasca mati umumnya&#13;
terlihat luka bakar dan mati kaku, sedangkan gejala klinis yang terlihat berupa&#13;
penurunan produksi susu dan nafsu makan, diare, gejala pernapasan,&#13;
pengerasan ambing, mastitis dan ambruk. Permasalahan utama setelah&#13;
erupsi Gunung Merapi meliputi penurunan produksi susu diikuti dengan&#13;
terhentinya kegiatan usaha koperasi susu serta tercemarnya sumber air dan&#13;
pakan ternak. Penurunan produksi susu diperkirakan mencapai 60,5% setelah&#13;
erupsi Gunung Merapi, akibat mastitis subklinis dan stres lingkungan.Hasil&#13;
evaluasi dampak erupsi Gunung Merapi diketahui bahwa (1) satu dari 3 KPS&#13;
(KPS Sarana Makmur) belum beroperasi karena dalam proses pembenahan;&#13;
(2) produksi susu masih rendah berkisar antara 3 — 15 Whari/ekor; (3) mastitis&#13;
subklinis mengakibatkan kesulitan dalam pemerahan, pengerasan ambing&#13;
dan gumpalan susu di dalam ambing; (4) uji mastits dengan reagen IPB-1&#13;
terdeteksi sebanyak 16 dari 28 sampel (57,1%) mengalami mastitis subklinis;&#13;
(5) analisis mineral susu berkisar antara 66,0 — 541,7 mg/I (Ca); 0,75 — 184,8&#13;
mg/I (Mg); dan 90,0 — 1.196,3 mg/I (P). Konsentrasi Ca dan Mg pada seluruh&#13;
sampel sebanyak 28 buah berada di bawah kisaran normal dan 18 (64,3%)&#13;
diantaranya mengandung kadar P di bawah normal; serta (6) produksi susu&#13;
sapi perah yang diamati mengalami penurunan yang signifikan setelah terjadi&#13;
letusan gunung Merapi. Secara bertahap, produksi susu di kawasan ini mulai&#13;
meningkat pada bulan Januari namun belum mencapai tingkat produksi&#13;
normal.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ARTVET2453</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
