<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000017692</controlfield>
  <controlfield tag="005">20211004101921</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0721002224</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Penggunaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Pada Vektor Insekta Untuk Menguji Keberadaan Virus Bovine Ephemeral Fever (BEF) Virus /</subfield>
   <subfield code="c">Wardhana, April H.; H. Sawitri D.; Subekti, D. T. (Balai Besar Penelitian Veteriner); G. Bellis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">H. Sawitri D.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Subekti, D. T. (Balai Besar Penelitian Veteriner)</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">G. Bellis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Malang 12-14 Agustus 2014.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="c">2015</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Hlm. 230-238.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ARTVET2038</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ARTVET2038</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="008">211004                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">RT-PCR, Bovine Ephemeral Fever, Culicoides, Vektor</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Teknik reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) telah dikembangkan untuk memonitor&#13;
penyakit-penyakit yang disebabkan oleh arbovirus yang ditransmisikan oleh vektor. Teknik ini&#13;
memungkinkan untuk mendeteksi kandungan virus di dalam tubuh vektor suatu penyakit, termasuk insekta&#13;
Culicoides yang diduga sebagai vektor penyakit bovine ephemer fever (BEF) atau demam tiga hari. Tujuan&#13;
penelitian ini adalah untuk melakukan deteksi Ephemerovirus pada Culicoides, sekaligus mendapatkan data&#13;
jenis-jenis spesies Culicoides yang bersirkulasi di lapang. Sampel Culicoides dikoleksi dengan cara&#13;
memasang perangkap cahaya (light trap) di sekitar kandang sapi pada sore hari. Culicoides yang ditangkap &#13;
ditransfer ke etanol 80% untuk diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan umurnya, yaitu nulliparous &#13;
(betina yang belum bertelur, abdomennya bersih dari darah), parous (betina yang bertelur sebelumnya,&#13;
abdomennya terdapat bintik-bintik darah), blood fed (abdomen mengandung darah) dan gravid (abdomen&#13;
yang mengandung telur). Sebanyak 13 spesies berhasil diidentifikasi dari 500 ekor Culicoides yang&#13;
tertangkap dan empat spesies diantaranya dalam jumlah banyak, yaitu C. fulvus (22,0%), C. huffi (20,4%), C.&#13;
oxystoma (16,4%), C. Subg. Trithecoides (15,8%) dan C. palpifer (15,0%). Analysis RT-PCR hanya&#13;
dilakukan pada C. fulvus (70 ekor), C. huffi (41 ekor) dan C. oxystoma (45 ekor) dengan status parous, blood&#13;
fed dan gravid menggunakan primer yang didesain dari fragmen gen N ephemerovirus (440 bp). Meskipun&#13;
hasil sampel Culicoides yang diuji negatif, tetapi kontrol positif dapat teramplifikasi secara sempurna. Pola&#13;
musiman kasus BEF di wilayah tempat koleksi Culicoides diestimasi dari data kasus BEF di Pusat Kesehatan&#13;
Hewan di Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Berdasarkan data tersebut, kejadian&#13;
BEF cenderung meningkat dari bulan Oktober hingga Januari ketika musim hujan dan penurunan kasus BEF&#13;
terjadi pada bulan Februari-September saat musim panas ketika Culicoides dikoleksi pada studi ini.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ARTVET2038</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
