Cite This        Tampung        Export Record
Judul Kambing Peranakan Etawah (PE)
Pengarang Aron Batubara
Saddat Nasution
Subandriyo
Ismeth Inounu
Bess Tiesnamurti
Anneke Anggraeni
Penerbitan Jakarta : IAARD Press, 2016
Deskripsi Fisik xii+60 hlm. :ilus. ;21 cm
ISBN 978-602-344-155-6
Subjek KAMBING
Abstrak Sumberdaya Genetik Ternak (SDGT) kambing Peranakan Etawah (PE) yang ada di Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dan mempunyai potensi beradaptasi pada keterbatasan lingkungan dan relatif lebih mempunyai laju reproduksi yang baik. Upaya pelestarian serta pemanfaatan kambing Peranakan Etawah ini masih terbatas. Maraknya perkawinan silang antara kambing Peranakan Etawah dengan rumpun kambing lainnya cenderung menyebabkan kepunahan SDG kambing Peranakan Etawah. Guna mewujudkan suatu perlindungan rumpun dan/atau galur ternak yang merupakan salah satu bentuk dari perlindungan Hak atas Kekayaan intelektual, diperlukan adanya penetapan dan pengakuan terhadap rumpun kambing Peranakan Etawah sebagai kambing lokal Indonesia. Kambing Peranakan Etawah merupakan ternak dwiguna, yang dipelihara untuk menghasilkan susu dan daging. Kambing Peranakan Etawah memiliki kemampuan menghasilkan susu yang lebih baik dibandingkan dengan kambing lokal lainnya, dengan produksi susu antara 1,0-1,5 l/h. Dalam waktu dua tahun kambing
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Tidak diketahui / tidak ditentukan

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000005980 636.3 ARO k Dapat dipinjam Perpustakaan Balai Perakitan dan Pengujian Unggas dan Aneka Ternak - Ruang Baca Umum Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000000808
005 20260215044256
007 ta
008 260215###########################0#ind##
020 # # $a 978-602-344-155-6
035 # # $a 0010-0226000081
082 # # $a 636.3
084 # # $a 636.3 ARO k
100 0 # $a Aron Batubara
245 1 # $a Kambing Peranakan Etawah (PE)
260 # # $a Jakarta :$b IAARD Press,$c 2016
300 # # $a xii+60 hlm. : $b ilus. ; $c 21 cm
520 # # $a Sumberdaya Genetik Ternak (SDGT) kambing Peranakan Etawah (PE) yang ada di Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dan mempunyai potensi beradaptasi pada keterbatasan lingkungan dan relatif lebih mempunyai laju reproduksi yang baik. Upaya pelestarian serta pemanfaatan kambing Peranakan Etawah ini masih terbatas. Maraknya perkawinan silang antara kambing Peranakan Etawah dengan rumpun kambing lainnya cenderung menyebabkan kepunahan SDG kambing Peranakan Etawah. Guna mewujudkan suatu perlindungan rumpun dan/atau galur ternak yang merupakan salah satu bentuk dari perlindungan Hak atas Kekayaan intelektual, diperlukan adanya penetapan dan pengakuan terhadap rumpun kambing Peranakan Etawah sebagai kambing lokal Indonesia. Kambing Peranakan Etawah merupakan ternak dwiguna, yang dipelihara untuk menghasilkan susu dan daging. Kambing Peranakan Etawah memiliki kemampuan menghasilkan susu yang lebih baik dibandingkan dengan kambing lokal lainnya, dengan produksi susu antara 1,0-1,5 l/h. Dalam waktu dua tahun kambing Peranakan Etawah dapat beranak tiga kali dengan setiap kali beranak rata-rata dua ekor. Kambing dara siap dikawinkan umur 10 bulan, dengan lama kebuntingan sekitar 144-156 hari. Penetapan rumpun kambing Peranakan Etawah ini telah secara formal dipayungi oleh Surat Keputusan menteri Pertanian Nomor 695/Kpts/PD.410/2/2013, mensyaratkan bahwa Pemerintah Republik Indonesia perlu memberi perhatian untuk melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan rumpun kambing ini.
650 # 4 $a KAMBING
700 0 # $a Anneke Anggraeni
700 0 # $a Bess Tiesnamurti
700 0 # $a Ismeth Inounu
700 0 # $a Saddat Nasution
700 0 # $a Subandriyo
No Nama File Nama File Format Flash Format File Action
1 Kambing Peranakan Etawah (PE).pdf pdf pdf Baca Online
Content Unduh katalog