01979 2200265 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001200118084001800130100003400148245011800182300003600300700003400336520107700370740008901447264006901536336002101605337003001626338001801656250001201674650002701686PBTAN00000000000291720260519083606 a0010-0526000135ta260519 0 ind  a979-8161-39-4 a633.1/4 a633.1/4 PAN p0 aPantjar SimatupangePengarang1 aPerspektif Pengentasan Kemiskinan dengan Pendekatan Agribisni /cPusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan a9 halaman :bIlustrasi ;c21 cm0 aEffendi PasandaranePengarang aDewasa ini masih terdapat sekitar 27 juta penduduk miskin yang sebagian besar berdomisili di pedesaan. Di pedesaan, mereka menggantungkan hidup pada usaha pertanian. Oleh karena itu, pembangunan pertanian dengan pendekatan agribisnis merupakan upaya yang memungkinkan untuk pengentasan kemiskinan di pedesaan. Secara teoritis, ada lima teori dasar yang dapat menjelaskan timbulnya kemiskinan yaitu teori klasik (naturalis), teori ekonomi radikal, teori ekonomi neoklasik, teori marginalisasi sosial, dan teori fungsional. Dari kelima teori ini, teori ekonomi neoklasik dianggap relevan sebagai landasan kebijaksanaan pembangunan pertanian yang berorientasi agribisnis. Pada dasarnya, agribisnis sangat cocok untuk mendorong pertumbuhan dan efisiensi usaha, tetapi tidak difokuskan pada pengentasan kemiskinan. Pembangunan pertanian dengan pendekatan agribisnis tepat sekali untuk menimbulkan dampak immiserizing bagi petani, khususnya petani tanaman pangan miskin, tetapi dapat menimbulkan tekanan (stress) terhadap usahatani tanaman pangan yang berskala kecil. aBuku I Kinerja Penelitian Tanaman Pangan, Prosiding Simposium Penelitian Tanaman III aBogor :bPusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan,c1993 2rdacontentatext 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarriera- apertama 4aPengentasan Kemiskinan