<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">PBTAN000000000000125</controlfield>
  <controlfield tag="005">20250304122801</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0224000006</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">250304                g          0 ind  </controlfield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Marwoto</subfield>
   <subfield code="e">Pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Petunjuk teknis :</subfield>
   <subfield code="b">pengembangan kedelai di lahan kering masam sumatera /</subfield>
   <subfield code="c">Marwoto, Darman M. Arsyad, Abdullah Taufiq, Heny Kuntastuti</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">32 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">ilustrasi ;</subfield>
   <subfield code="c">21 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Kedelai</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Tanah asam</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Darman M. Arsyad</subfield>
   <subfield code="e">Pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Abdullah Taufiq</subfield>
   <subfield code="e">Pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Heny Kuntastuti</subfield>
   <subfield code="e">Pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Bogor :</subfield>
   <subfield code="b">Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian,</subfield>
   <subfield code="c">2004</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">teks</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">tanpa perantara</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">volume</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Perkembangan produksi di dalam negeri belum mampu mengimbangi perkembangan permintaan sehingga harus dilakukan impor dari negara lain. Di lain pihak, areal tanam kedelai nampak semakin berkurang beberapa tahun terakhir. Sebaliknya, impor kedelai nampak semakin meningkat. Kebutuhan kedelai pada tahun 2004 diperkirakan sebesar 1.951.100 ton, sedangkan produksi kedelai beberapa tahun terakhir cenderung menurun. Tahun 1999 produksi mencapai 1.382.848 ton, tahun 2002 hanya 673.056 ton dan pada tahun 2003 kemarin lebih rendah lagi hanya 672.439 ton. Dalam upaya mengurangi impor yang semakin meningkat, perlu dilakukan upaya peningkatan produksi di dalam negeri, baik melalui peningkatan produktivitas maupun melalui perluasan areal tanam. Untuk percepatan peningkatan produksi di dalam negeri, upaya perluasan areal tanam kiranya perlu mendapat perhatian yang tinggi. Hal ini disebabkan pada areal sawah irigasi, tanaman kedelai semakin sempit dan kalah bersaing dengan komoditas pangan lainnya, oleh karena itu, kita perlu melihat potensi lahan kering. Sumber- daya lahan kering yang terdapat di Indonesia masih cukup luas bagi pengembangan areal pertanian termasuk bagi perluasan areal kedelai.&#13;
&#13;
Sumberdaya lahan kering yang terdapat di pulau Sumatera mendekati luas 5 juta ha dan lahan terlantar sekitar 2,5 juta ha. Luas panen tanaman pangan di Sumatera sekitar 1,9 juta ha per tahun, termasuk luas panen tanaman kedelai sekitar 217.000 ha. Diperkirakan terdapat potensi sumberdaya lahan kering yang cukup besar/luas bagi pengembangan areal pertanian termasuk tanaman kedelai.&#13;
&#13;
Sosialisasi potensi lahan kering untuk pertanaman kedelai perlu dikembangkan. Strategi pengembangan pengenalan teknologi baru mengacu pada program Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian tahun 2005 yakni melaksanakan Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian atau disingkat PRIM ATANI.&#13;
&#13;
Buku ini memuat potensi lahan kering masam di Sumatera, inovasi teknologi peningkatan produksi kedelai (penemuan varietas kedelai yang cocok dengan lahan masam, pembenah tanah) dan teknik bercocok tanam. Buku ini diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pemikiran dan petunjuk untuk mengembangkan kedelai di lahan kering masam khususnya di Sumatera.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">633.34</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">633.34 MAR p</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
