<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000000806</controlfield>
  <controlfield tag="005">20241108022357</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0622000016</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">241108                g          0 ind  </controlfield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-602-344-154-9</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">636.597</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Hardi Prasetyo</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Itik Alabimaster-1 Agrinak</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
   <subfield code="b">IAARD Press,</subfield>
   <subfield code="c">2016</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code=":"></subfield>
   <subfield code="b">xii+58 hlm.; ilus.; 21 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Triana Susanti</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Pius P Ketaren</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Argono R Setioko</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Maijon Purba</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Bess Tiesnamurti</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">636.597 HAR i</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan bersama peneliti Balai Penelitian Ternak ( Balitnak ) melakukan eksplorasi sumberdaya genetik ternak ( SDGT ) berbagai itik lokal. Dari hasil eksplorasi dan karakteristik sifat-sifat produksi ternak itik, maka ditentukan seleksi yang lebih intens untuk itik Alabio. Serangkaian kegiatan telah dilakukan dan ternyata persilangan antara itik Mojosari jantan dan Alabio betina menunjukan keunggulan tinggi dan layak dikembangkan sebagai bibit komersial ( Final Stock ) itik petelur. Sehubungan dengan itu, serangkaian proses seleksi telah diterapkan terhadap itik Alabio yang akan dipergunakan sebagai bibit induk ( Parent Stock ) dengan tujuan agar selalu konsisten dan stabil dalam menghasilkan bibit hibrida itik petelur yang di sebut dengan itik Master.&#13;
&#13;
 Itik Alabiomaster-1 Agrinak merupakan hasil seleksi berdasarkan produksi telur 6 bulan selama 5 generasi. keunggulan itik Alabimaster-1 Agrinak adalah apabila dikawinkan dengan itik Mojosari jantan akan menghasilkan itik Master yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan itik - itik lokal yang ada di indonsia sekarang ini. keunggulan tersebut adalah kemampuan produksi telur relatif tinggi yaitu sekitar 74 % per tahun, umur pertama bertelur relatif cepat yaitu umur 18-20 minggu, produksi telur yang lebih &#13;
tinggi, dan warna bulu DOD yang lebih spesifik sebagai penentu jenis kelamin, pola warna bulu yang seragam dan memiliki ciri spesifik yaitu garis bulu putih di atas mata ( alis ). Bedasarkan penampilan dan keunggulannya tersebut, maka itik Alabio hasil seleksi ini layak untuk dilepas sebagai pengakuan serta perelindungan terhadap hasil inovasi telnoogi pemuliaan, dengan nama Alabimaster-1 Agrinak dan telah ditetapkan sebagai galur baru dengan kepmentan Nomor 360/Kpts/PK.040/6/2015.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">00000000892</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">00000003438</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">00000003439</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">00000003440</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
