<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000001112</controlfield>
  <controlfield tag="005">20250612125238</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-1223000031</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="008">250612                g          0 ind  </controlfield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-979-8308-67-3</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">id</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">636</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Ir. Bambang Setiadi, MS</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Dr. Bess Tiesnamurti</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Dr. Bambang Risdiono Prawiradiputra</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Dr. Anneke Anggraeni</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Pedoman Umum Kelembagaan Unit Pengelola Benih Sumber dan Bibit Unggul Peternakan</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Bogor :</subfield>
   <subfield code="b">Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan,</subfield>
   <subfield code="c">2015</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">636 PED p</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">vii, 103p. :</subfield>
   <subfield code="b">ill.; 21 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Peternakan</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Pemuliaan pada ternak maupun tanaman pakan ternak bertujuan untuk meningkatkan mutu genetik gunu meningkatkan produktifitas dan/atau kualitas produk yang dihasilkan. peningkatan performa yang disebabkan perubahan genetik pada umumnya bersifat permanen. benih dan bibit merupakan komponen teknologi yang sangat penting dalam budidaya tanaman dan usaha ternak. faktor penting pendukung adalah dihasilkan mikroba veteriner untuk membuat produk yang sesuai dengan jenis ternak di lingkungannya yang diperlukan untuk mendukung peningkatan produktifitas ternak maupun kualitas produk. penyediaan benih dan bibit bermutu merupakan awal dari upaya peningkatan mutu agribisnis. dengan tersedianya benih dan bibit unggul diharapkan dapat diperoleh produktifitas yang tinggi dan pemasaran yang menguntungkan.&#13;
&#13;
   Balai dan loka penelitian lingkup pusat penelitian dan pengembangan peternakan telah memproduksi bibit unggul ternak dan benih tanaman pakan ternak serta telah mengisolasi, memurnikan dan memproduksi mikroba venteriner dan mikroba yang terkait dengan produksi ternak. Untuk menjamin pelanggan terhadap kualitas produk benih dan bibit unggul hasil penelitian, sudah dibentuk suatu kelembagaan unit pengelola benih sumber dan bibit unggul (UPBS/BU) yang mengarah pada penerapan sistem sertifikasi benih dan bibit.&#13;
&#13;
   Benih dan bibit unggul hasil penelitian yang mempunyai karakteristik unggul, perlu di perbanyak dahulu untuk selanjutnya dikembangkan dilapang. Perbanyakan benih dan bibit unggul dapat dilakukan melalui kerja sama dengan UPT direktorat jenderal peternakan dan kesehatan hewan, UPT pemerintah daerah, dan swasta. Benih dan bibit hasil penangkaran tersebut kemudian dikembangkan di masyarakat</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">00000001499</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">00000001538</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">00000001545</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">00000001546</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">00000001654</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">00000003303</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">00000003304</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">00000003744</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
