01591 2200229 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001100122084001700133100002500150245009700175250002000272260003400292300003700326650003300363520092200396600002501318990001801343INLIS00000000000269720221105032228 a0010-1122000006ta221105 g | ind  a978-602-344-190-7 a631.16 a631.16 Sul m0 aSULAIMAN, Andi Amran1 aMenata Anggaran Mempercepat Swasembada Pangan /cBadan Penelitian dan Pengembangan Pertanian aEdisi II : 2018 aJakarta :bIAARD Press,c2018 axiv, 56 hlm. :bill. ;c21 cme- 4aAnggaran , Swasembada pangan aDalam perspektif anggaran berbasis kinerja (performance based budgeting), alokasi anggaran didasarkan pada kinerja program pada setiap unit eselon I. Unit kerja yang berkinerja baik akan mendapatkan alokasi anggaran yang lebih dibanding yang tidak berkinerja baik. Namun demikian, alokasi anggaran yang didasarkan pada program di setiap eselon I tersebut faktanya merupakan pendekatan yang kurang tepat karena alokasi anggaran pada program-program tersebut selalu dimaknai untuk menjalankan tugas dan fungsi organisasi. Ini awal dari ketidaktepatan dalam alokasi anggaran per program. Harusnya program yang diran-cang adalah program yang cukup besar cakupan capaiannya, sehingga mampu mengungkit tujuan utama untuk mencapai swasembada pangan dan kesejahteraan petani. Maknanya, program seharusnya tidak dibagi di setiap eselon I tetapi ada ”program payung” yang mampu mencapai tujuan utama tersebut. 4aSulaiman, Andi Amran a163c.B/VII/22