<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000000419</controlfield>
  <controlfield tag="005">20210504021349</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0521000042</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">210504                g          0 ind  </controlfield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">979-3871-19-9</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">633.74</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">633.74 DEP p</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="e">Pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Prospek dan Arahan Pengembangan Agribisnis Kakao :</subfield>
   <subfield code="b">- /</subfield>
   <subfield code="c">Departemen Pertanian</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Cetakan I</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">26 :</subfield>
   <subfield code="b">ilus ;</subfield>
   <subfield code="c">15 x 21 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="110" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Departemen Pertanian</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="240" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">-</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code=" ">701 juta.&#13;
&#13;
Perkebunan kakao Indonesia mengalami perkembangan pesat sejak awal tahun 1980-an dan pada tahun 2002, areal perkebunan kakao Indonesia tercatat seluas 914.051 ha dimana sebagian besar (87,4%) dikelola oleh rakyat dan selebihnya 6,0% perkebunan besar negara serta 6,7% perkebunan besar swasta. Jenis tanaman kakao yang diusahakan sebagian besar adalah jenis kakao lindak dengan sentra produksi utama adalah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Disamping itu juga diusahakan jenis kakao mulia oleh perkebunan besar negara di Jawa Timur dan Jawa Tengah.</subfield>
   <subfield code="a">PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS:&#13;
Kakao&#13;
&#13;
Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara. Disamping itu kakao juga berperan dalam mendorong pengembangan wilayah dan pengembangan agroindustri. Pada tahun 2002, perkebunan kakao telah menyediakan lapangan kerja dan sumber pendapatan bagi sekitar 900 ribu kepala keluarga petani yang sebagian besar berada di Kawasan Timur Indonesia (KTI) serta memberikan sumbangan devisa terbesar ke tiga sub sektor perkebunan setelah karet dan kelapa sawit dengan nilai sebesar US</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="651" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Departemen Pertanian</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="740" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Prospek dan Arahan Pengembangan Agribisnis Kakao</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">jakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Bdan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian,</subfield>
   <subfield code="c">2005</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">teks</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">-</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">-</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="246" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">-</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">-</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">642/H/2008</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
